Kemarau Panjang, Karhutla di Jateng Tembus 521 Kejadian Hingga September 2026

  • 22 Sep 2026 11:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pada musim kemarau tahun ini, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Tengah mencapai 521 kejadian hingga September 2026. Sementara, total luas area yang terbakar mencapai 768 hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan musim kemarau tahun ini terasa lebih panjang dan kering, sehingga meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Menurutnya, sejak akhir Mei hingga September 2026, hujan deras relatif jarang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan data tersebut, sekitar 54 persen kejadian kebakaran terjadi di kawasan hutan, sedangkan 46 persen lainnya berada di lahan masyarakat. “Area yang terbakar meliputi hutan tanaman jati, areal tanaman tebu, semak belukar, hingga hutan rakyat,” kata Heru dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 21 September 2026.

Ia menambahkan, kondisi vegetasi pada musim kemarau turut meningkatkan risiko kebakaran meluas. Heru menyebut kawasan dengan vegetasi kering perlu mendapat perhatian karena material yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api.

Peningkatan risiko karhutla juga tidak terlepas dari kondisi cuaca yang berubah, dengan periode tanpa hujan yang lebih panjang di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan bersamaan dengan upaya menghadapi dampak kemarau berupa kekeringan dan keterbatasan air.

Menurut Heru, kemarau panjang juga menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Heru juga menjelaskan, perubahan pola cuaca merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat. Selain kemarau yang lebih panjang, dampaknya mencakup peningkatan suhu udara, banjir dan rob di wilayah pesisir, kenaikan permukaan laut, serta keterbatasan air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....