Kekeringan dan Karhutla Mengintai di Musim Kemarau, Demak Perkuat Kesiapsiagaan
- 11 Agt 2026 15:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak – Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meningkat seiring datangnya musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Demak pun memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor untuk memastikan potensi bencana dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bahaya Kekeringan dan Karhutla Tingkat Kabupaten Demak Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Demak, Selasa, 11 Agustus 2026.
Apel melibatkan personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel dan koordinasi menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, dan pola koordinasi antarpihak. Polres Demak bersama jajaran Polsek akan meningkatkan upaya pencegahan melalui patroli dan pemantauan wilayah yang memiliki potensi kekeringan maupun Karhutla.
Peran Bhabinkamtibmas juga akan dioptimalkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Petugas akan mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.
“Kami bersama seluruh stakeholder siap melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara terpadu. Deteksi dini, patroli dan edukasi masyarakat akan terus kami perkuat agar setiap potensi Karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa, 11 Agustus 2026.
Selain kesiapan personel, Polres Demak juga memastikan peralatan dan sistem komunikasi dalam kondisi siap digunakan. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar apabila terjadi kebakaran atau kondisi darurat akibat kekeringan, penanganan dapat segera dilakukan dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Kapolres juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam pencegahan. Warga diminta tidak membakar lahan, menjaga lingkungan, serta segera melapor apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Sementara, Bupati Demak Eisti’anah mengatakan musim kemarau dapat memunculkan berbagai dampak, terutama terkait ketersediaan air, pertanian, kesehatan, dan aktivitas masyarakat. Sementara Karhutla berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga kerugian sosial dan ekonomi.
Ia pun meminta langkah antisipasi dilakukan sebelum bencana terjadi. Deteksi dini, pemantauan kawasan rawan, edukasi masyarakat, serta respons cepat harus menjadi bagian dari kesiapsiagaan seluruh pihak.
“Kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan setelah bencana terjadi. Kita harus bergerak sebelum kejadian, mencegah sebelum meluas, dan bertindak cepat ketika terjadi,” kata Bupati.
Ia juga meminta camat, kepala desa, dan lurah mengajak masyarakat menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan juga diminta mendapatkan perhatian, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan potensi kebakaran. Dengan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat, kita wujudkan Demak yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana,” pungkasnya.
Dengan penguatan koordinasi dan kesiapan lintas sektor tersebut, Pemkab Demak berharap potensi kekeringan dan Karhutla selama musim kemarau dapat diantisipasi lebih awal. Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting agar upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....