Antisipasi Bencana, Arsitek Tekankan Pentingnya Kenali Titik Rawan Bangunan
- 09 Sep 2026 10:26 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Keselamatan penghuni perlu menjadi pertimbangan utama saat memilih maupun menempati sebuah bangunan. Junior Arsitek, La Java Komarudin mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi struktur, jalur evakuasi, hingga karakter bencana di lingkungan sekitar.
Ia menjelaskan, masih ada beberapa kesalahan yang ditemukan dalam rancangan bangunan. Hal ini sebenarnya berpotensi berpengaruh terhadap kondisi bangunan, seperti penggunaan lantai lunak yang terjadi ketika lantai dasar dibuat lebih terbuka dengan dinding minim.
“Sementara lantai yang atas itu penuh dinding masif atau bata, sehingga saat gempa lantai dasar yang lunak itu jadi titik lemah dan bisa kolaps duluan. Membuat lantai-lantai di atasnya itu jatuh menimpa ke bawah, ini pola kerusakan yang paling sering ditemukan pada bangunan yang roboh di banyak gempa,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Rabu, 2 September 2026.
Prinsip-prinsip dalam dunia arsitektur yang mengedepankan keamanan dan ketahanan bangunan, juga berpengaruh terhadap ketahanan bangunan terhadap bencana. Misalnya dalam menghadapi banjir, salah satu strategi dasar yang dilakukan adalah meningkatkan elevasi lantai sehingga level lantai lebih naik dari permukaan tanah.
“Yang awalnya naik satu meter mungkin dinaikin satu setengah meter dari muka tanah, kita mengusung konsep seperti rumah panggung tradisional tadi. Kalau misal tidak mau desainnya seperti itu karena kuno, kita lebih eksplor lagi untuk membuat area bangunannya landscape kemudian area resapan ditambah sumur resapan dan kolam retensi kecil,” ujar Java.
Pemilihan materi juga menjadi hal yang cukup penting, Java menyarankan untuk tidak menggunakan materi yang tidak tahan lembab, sebab material tersebut untuk lantai dan dinding, berpotensi cepat lapuk jika terendam banjir.
“Misalnya juga kalau bencana kebakaran, prinsip utamanya adalah kompartemenisasi atau membagi bangunan jadi sel-sel yang dipisah. Sehingga api pada kebakaran tidak langsung menjalar ke seluruh bangunan, ditambah juga untuk memberi waktu yang lebih terhadap proses evakuasi berjalan,” sebutnya.
Java mengingatkan ketika seseorang akan menempati sebuah bangunan, harus memeriksa terlebih dulu aspek keamanannya. Baik itu dari segi jalur keluar dari bangunan untuk evakuasi, hingga ventilasi dan pencahayaan dari jendela yang dapat dibuka dengan mudah.
“Amati kondisi fisik struktur yang paling kita garis bawahi, retak rambut halus di plesteran dinding itu wajar dan biasanya kosmetik. Yang perlu kita waspadai adalah retak besar diagonal di kolom atau balok beton atau bahkan lantai yang terasa miring, itu tanda ada pergerakan struktur yang rawan roboh,” sarannya.
Yang tidak kalah pentingnya, Java menekankan juga pentingnya mengetahui karakter dan riwayat bencana di lokasi yang dituju. Lokasi hunian yang akan ditempati menurutnya perlu memperhatikan topografi dan kondisi bencana yang pernah terjadi, baik secara langsung atau dari orang sekitar yang ada di lokasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....