Kesiapan Mental Bantu Masyarakat Hadapi Situasi Bencana
- 19 Agt 2026 07:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kesiapan menghadapi bencana tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesiapan mental dan pengetahuan. Persiapan tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi kepanikan, serta dapat menentukan tindakan dengan tepat saat bencana terjadi.
Menurut Dosen Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan & Psikologi
“Jadi dengan adanya kesiapan mental kita terhadap bencana, kalau seandainya itu terjadi kita sudah siap dan efek negatifnya bisa kita minimalisir. Karena kan kita tahu bahwa Indonesia rawan bencana, jadi posisi geografis kita yang memungkinkan terjadinya bencana tinggi," ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kesiapan menghadapi bencana menurut Liftiah bisa dilihat dari dua aspek, yaitu fisik dan mental. Keduanya perlu persiapan yang cukup baik, terutama menghadapi kondisi sebelum, pada saat, dan paska bencana tersebut terjadi yang tidak dapat diprediksi.
“Bencana itu kan unpredictable dan kondisi itu menimbulkan efek psikologis, semua kalau kita sudah siap itu akan tenang menjalaninya. Tapi kalau kita tidak siap, mungkin timbul panik dan kalau sudah panik mempengaruhi cara berpikir kita sehingga logika kita terganggu karena dalam kondisi panik,” ujar Liftiah.
Adanya persiapan dari segi mental bisa membantu menata aspek psikologis, terutama sebelum bencana tersebut terjadi. Meskipun Liftiah menyebut bahwa kondisi panik yang dialami adalah hal yang wajar, karena hal tersebut terjadi dalam kondisi yang tidak biasa.
“Kondisi tidak biasanya itu ya bencana itu yang tiba-tiba dalam skala besar, panik itu sebenarnya respon yang biasa untuk kejadian semacam itu. Oleh karena itu pentingnya persiapan, jadi kita bisa segera mengatasi kepanikan itu karena kita sudah ada persiapan sebelumnya,” katanya.
Selain itu persiapan dari aspek kognisi diperlukan, sebagai pengetahuan apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Liftiah mengatakan jika aspek psikologis dan mental serta pengetahuan itu dimiliki, akan berpengaruh terhadap tindakan yang dilakukan saat benar-benar terjadi bencana.
“Waktu saya di Taiwan saat jadi mahasiswa, Taiwan itu sering sekali terjadi gempa dan sesuatu yang boleh dikatakan biasa. Bagi kita yang orang baru belum siap, di kampus itu menyiapkan ada simulasi dan sebelumnya sudah dikasih tahu,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....