Maulid Nabi Jadi Momentum Generasi Muda Teladani Sifat Rasulullah
- 31 Agt 2026 10:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Sifat fatanah dan amanah disebut relevan untuk membentuk kemampuan berpikir kritis sekaligus menjaga integritas di tengah derasnya informasi.
Menurut Ketua Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas Negeri Semarang, Khoirul Anam, bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sebatas pada aspek historisnya. Namun menurutnya, cukup penting untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam keseharian.
“Yang paling penting harus kita tanamkan terutama generasi muda, kita harus bisa menjadikan Rasulullah SAW sebagai living model hidup kita. Jadi bukan sekadar sejarah saja, tapi kita juga harus mampu menjadikan panutan untuk kehidupan kita sehari-harinya,” sebutnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Selasa, 25 Agustus 2026.
Anam menekankan, Maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi acuan, apa saja hal-hal yang sudah diteladani dari sifat Rasulullah. Hari kelahiran Rasulullah bisa menjadi cerminan perilaku seseorang, yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Tentunya kecintaan terhadap Nabi, itu harus dilakukan dari hal-hal yang kecil dulu. Mungkin dari toleransinya, perbedaan pandangannya, kita harus mampu bersikap dengan baik tidak menjatuhkan maupun kita membantu sesama yang lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa sifat utama Rasulullah yang dapat diteladani oleh generasi muda saat ini. Terutama sifat fatanah yang artinya cerdas dan bijaksana, serta sifat amanah yang berarti integritas dan tanggung jawab.
“Kenapa ini cukup krusial saat ini, hari ini saja realitas anak muda saat ini dengan informasi yang cukup deras dan disinformasi cukup banyak terjadi. Menjadi cerdas di era modern bukan hanya kita pintar secara akademik, tapi kita juga critical thinking yang matang untuk menyaring informasi,” kata Anam.
Hal tersebut dipadukan dengan sifat amanah, yang menurutnya harus diajarkan ke generasi muda. Dengan demikian, nantinya, sifat teguh kejujuran dan tanggung jawab moral dapat terjaga dan nantinya dapat diamalkan dalam peran generasi muda sebagai agen perubahan.
“Kecerdasan berpikir dari sifat fatanah, ketika dipadukan dengan integritas moral atau amanah dalam hal ini sifat Rasulullah. Maka anak muda itu bisa jadi tidak akan mudah menjadi agen penyebar kebencian, melainkan bisa menjadi pilar penyejuk di tengah dinamika sosial saat ini,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....