Kebebasan Beragama Jadi Bagian Penting dari Makna Kemerdekaan

  • 25 Agt 2026 08:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Makna kemerdekaan dinilai tidak hanya berkaitan dengan kebebasan sebagai bangsa, tetapi juga hak setiap individu dalam menjalankan keyakinannya. Kebebasan tersebut perlu diiringi sikap saling menghormati, agar keberagaman tidak malah menjadi sumber konflik di masyarakat.

Menurut Komite Nasional Ahmadiyya Muslim Women Students Association(AMSAW) Indonesia, Wizi Mega Lestari, kemerdekaan saat ini dimaknai secara luas. Seseorang dapat menentukan masa depan dan menjadi diri sendiri, tanpa harus takut dibatasi oleh hal apapun termasuk dalam menjalankan ibadah.

“Menurut saya, kebebasan beragama merupakan salah satu bagian penting dari kemerdekaan. Kita bukan hanya ingin bebas sebagai sebuah bangsa, tapi sebagai individu juga punya hak untuk meyakini agama kita dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan kita,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 18 Agustus 2026.

Wizi juga menekankan pentingnya menghormati dan memberikan orang lain ruang dalam beribadah. Indonesia yang masyarakatnya memiliki latar belakang yang beragam, disebutnya menjadi modal sosial yang baik selama ada sikap saling menghargai.

“Kalau setiap orang merasa keyakinannya aman dan dihargai, perbedaan menurut saya menjadi suatu kekuatan. Kalau ada kelompok yang merasa tidak aman atau tidak mendapat hal yang sama, perbedaan itu bisa menjadi sumber konflik,” ucapnya.

Ia menyebut dengan saling menghormati kebebasan beragama, hal tersebut dapat menjadi fondasi menjaga keberagaman di Indonesia. Banyak contoh perilaku sederhana yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yang bisa menjadi cara untuk menghormati keyakinan satu sama lain.

“Misalnya ketika sedang ada kegiatan kampus, kemudian teman kita izin untuk shalat dan kita memberikan kesempatan. Ketika teman yang berbeda agama sedang menjalankan ibadah atau merayakan hari besar keagamaan, kita menghormati dan tidak mengganggu,” ujar Wizi.

Pada generasi muda, Wizi melihat kebebasan beragama sudah mengalami kemajuan yang baik. Namun, menurutnya masih ada tantangan yang muncul, meskipun anak muda saat ini relatif lebih mudah bertemu dan berinteraksi dengan orang yang berbeda keyakinan.

“Di sisi lain, kita juga masih menemukan diskriminasi, stereotip, intoleransi bahkan di media sosial. Jadi menurut saya tantangannya sekarang bukan hanya bagaimana mendapat kebebasan, namun memastikan kebebasan itu dirasakan semua orang,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....