Jaga Kemerdekaan, Tantangan Generasi Muda Bergeser dari Penjajahan ke Perpecahan

  • 18 Agt 2026 11:05 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tantangan kemerdekaan generasi saat ini berbeda dari generasi terdahulu, bukan lagi menghadapi penjajahan tetapi potensi perpecahan di tengah perbedaan pandangan dan pola pikir masyarakat.
  • Agung Endhyatmoko, anak veteran dan sosialisator Pemuda Panca Marga Jawa Tengah, menekankan bahwa generasi muda perlu memahami persatuan sebagai kunci utama dalam mempertahankan kemerdekaan.
  • Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam masyarakat yang beragam, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

RRI.CO.ID, Semarang – Tantangan dalam menjaga kemerdekaan Indonesia terus berubah seiring perkembangan zaman. Jika generasi terdahulu menghadapi penjajahan secara langsung, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang tidak kalah penting, yakni menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan dan potensi perpecahan dari dalam.

Anak veteran sekaligus sosialisator Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Tengah, Agung Endhyatmoko, mengatakan generasi muda perlu memahami bahwa persatuan merupakan bagian penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Perbedaan pendapat dan pola pikir, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa.

“Kalau generasi dulu tantangannya mengusir penjajah, jelas musuhnya siapa, tapi kalau sekarang tantangannya adalah perpecahan dari dalam sendiri karena berbagai macam alasan,” ujar Agung saat ditemui RRI, Senin, 17 Agustus 2026.

Anak veteran sekaligus sosialisator Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Tengah, Agung Endhyatmoko, saat diwawancarai RRI. (Foto: RRI/ Bahtiar)

Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengesampingkan kepentingan bangsa. “Kita bisa berbeda pendapat, berbeda pola pikir, tetapi harus kembali berpikir bahwa kita ini negara kesatuan,” ucapnya.

Agung menilai pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Dengan memahami sejarah, generasi penerus diharapkan tidak hanya menikmati hasil kemerdekaan, tetapi juga mengetahui pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan Indonesia.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut perlu terus disampaikan kepada generasi muda dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga ketertarikan generasi muda terhadap sejarah bangsa.

PPM Jawa Tengah, kata Agung, turut berupaya menjaga ingatan terhadap perjuangan bangsa melalui berbagai kegiatan sosialisasi sejarah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan semangat perjuangan dan nasionalisme kepada generasi penerus.

“Setiap kali ada kayak 17-an, atau yang lain saya kayak jadi guru sejarah, memang kita dididik untuk jadi guru sejarah. Dari Kementerian Pertahanan memang mempersiapkan anak cucu itu bagaimana caranya yang ke bawah-bawah itu tetap ingat akan perjuangan kemerdekaan,” katanya.

Ia menambahkan, penyampaian sejarah tidak semestinya berhenti sebagai cerita mengenai masa lalu. Nilai perjuangan para pahlawan perlu diterjemahkan dalam kehidupan generasi sekarang, salah satunya dengan menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Agung berharap generasi muda dapat meneruskan perjuangan para pendahulu dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemerdekaan, menurutnya, bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang menjaga kedaulatan dan membangun bangsa menuju kehidupan yang adil dan makmur.

Momentum 81 tahun kemerdekaan Indonesia pun diharapkan menjadi pengingat bahwa bentuk perjuangan dapat berubah sesuai zaman. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mengusir penjajah, kini generasi muda memiliki tanggung jawab untuk memastikan perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan yang melemahkan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....