Musim Kemarau, Kebiasaan Bakar Sampah Bisa Picu Kebakaran

  • 25 Agt 2026 11:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Musim kemarau membuat risiko kebakaran meningkat, terutama di lahan kering dan area yang mudah terbakar. Kondisi cuaca yang panas, material yang mengering, serta tiupan angin dapat membuat api lebih cepat menjalar ketika kebakaran terjadi.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Salah satunya dengan menghindari kebiasaan membakar sampah di lahan kering maupun membuang puntung rokok sembarangan.

“Membakar sampah pada lahan kering menyebabkan api menjalar dengan cepat. Bisa menyebabkan kebakaran,” kata Tantri kepada RRI, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut Tantri, sejumlah lokasi memiliki potensi lebih tinggi mengalami kebakaran saat kemarau. Di antaranya lahan kering, lahan kosong, tempat pembuangan sampah, serta kawasan permukiman yang memiliki akses terbatas bagi kendaraan pemadam kebakaran.

Oleh karena itu, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran. Masyarakat juga perlu memastikan sumber api di sekitar lingkungan benar-benar padam dan tidak meninggalkan potensi penyalaan kembali.

Tantri juga mengingatkan warga untuk melakukan pengecekan sebelum meninggalkan rumah, terutama terhadap peralatan yang berpotensi menjadi sumber api. “Ketika bepergian cek kompor, listrik, kalau sedang membakar sampah dimatikan dulu ketika mau bepergian,” ujarnya.

Jika kebakaran terjadi, masyarakat diminta tidak panik dan segera mengambil langkah penyelamatan. Warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran perlu dievakuasi ke tempat yang aman, kemudian segera menghubungi petugas Damkar.

Tantri menjelaskan, Damkar Kota Semarang memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk tiba di lokasi maksimal 15 menit setelah menerima laporan. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemetaan situasi dan penanganan agar api dapat segera dikendalikan.

Selain kesiapan petugas, akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi faktor penting dalam proses pemadaman. Tantri mengingatkan masyarakat tidak menghalangi akses kendaraan Damkar ketika terjadi kebakaran.

Ia menyebut masih ada warga yang mendokumentasikan kejadian dengan mengambil foto atau video hingga berada di sekitar jalur yang dilalui kendaraan pemadam. “Misal mau foto, video tentang kejadian kebakaran silakan, tapi jangan sampai mengganggu petugas kebakaran untuk memadamkan api,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....