BEM Unnes: Mahasiswa Punya Peran Strategis Mengawal Kebijakan Pemerintah
- 19 Agt 2026 07:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Mahasiswa dinilai masih memiliki posisi strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah dan mendorong perubahan di tengah masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan mahasiswi sekaligus anggota BEM KM Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dyah Ayu Novitasari, kepada RRI, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia pun mendorong mahasiswa agar tidak bersikap apatis terhadap berbagai kebijakan yang berpotensi memengaruhi kehidupan generasi muda di masa mendatang. Menurut Ayu, mahasiswa memiliki ruang untuk memengaruhi kebijakan karena berada pada posisi strategis sebagai kelompok yang dapat menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Boleh dimulai dari hal yang paling dekat sama kita. Kita membenahi persoalan-persoalan yang ada di dekat kita, terus coba buat berani menyampaikan pendapat dan belajar buat tidak apatis sama kebijakan yang bakal berdampak sama kehidupan kita nanti,” ujarnya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui aksi dan berbagai gerakan mahasiswa. “Kita masih punya kesempatan buat memengaruhi kebijakan dan perubahan nyata, karena kita juga menjadi peran strategis, menyampaikan aspirasi lewat adanya aksi,” katanya.
Ia mengatakan aksi mahasiswa dapat menjadi sarana menyampaikan tuntutan maupun persoalan yang dirasakan masyarakat. Namun, menurutnya, aksi tidak selalu langsung menghasilkan perubahan karena keberhasilannya juga bergantung pada respons pihak yang memiliki kewenangan.
“Perubahan itu susah kalau lewat aksi, membawa hal-hal yang kita ingin capai di situ. Nah, ini pun tergantung bagaimana orang-orang yang di atas, memfasilitasi kita untuk menerima apa yang kita harapkan,” ujarnya.
Ayu juga menilai mahasiswa perlu memperkuat keterlibatan melalui organisasi maupun komunitas. Ruang tersebut dapat menjadi tempat mahasiswa memahami berbagai persoalan sekaligus belajar menyampaikan gagasan dan aspirasi secara lebih terarah.
Menurut Ayu, kepedulian terhadap persoalan di sekitar juga merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk terlibat dalam perubahan. Mahasiswa tidak harus selalu memulai dari persoalan berskala besar, tetapi dapat mengambil peran dari lingkungan terdekat.
Ia mengaku tetap optimistis melihat masa depan Indonesia karena masih banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran untuk bergerak. Mereka terlibat dalam berbagai organisasi, komunitas, maupun gerakan sosial untuk menyuarakan aspirasi.
Keterlibatan tersebut, menurutnya, menunjukkan mahasiswa masih memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan masa depan bangsa. Organisasi dan komunitas juga dapat menjadi ruang untuk membangun keberanian serta kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat.
Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi kelompok yang mengkritisi kebijakan pemerintah. Lebih dari itu, mahasiswa dapat mengambil bagian dalam mengawal kebijakan, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta mendorong perubahan yang berdampak positif bagi kehidupan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....