Dinas PUPR Jateng: Ketahanan Pangan Tak Cukup Mengandalkan Irigasi

  • 14 Agt 2026 13:07 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pembangunan jaringan irigasi saja belum cukup untuk memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah, memerlukan dukungan sarana produksi dan pemasaran hasil panen.
  • Pengelolaan irigasi harus melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai, dan kelompok petani pemakai air.
  • Sinergi antar institusi diperlukan agar seluruh kebutuhan pertanian dapat terpenuhi secara menyeluruh dan komprehensif.

RRI.CO.ID., Semarang - Pembangunan jaringan irigasi dinilai belum cukup untuk memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar petani tidak hanya memperoleh pasokan air, tetapi juga dukungan sarana produksi hingga kepastian pemasaran hasil panen.

Kapokja Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Air Baku Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Purnomo, mengatakan pengelolaan irigasi harus dilakukan bersama pemerintah daerah, instansi pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai, hingga kelompok petani pemakai air. Sinergi tersebut diperlukan agar seluruh kebutuhan pertanian dapat dipenuhi secara menyeluruh.

"Air saja tidak cukup, bibit, pupuk, alat mesin pertanian sampai penjualan hasil panen juga harus dikolaborasikan. Percuma air tersedia kalau hasil panennya tidak memiliki pasar," katanya saat dialog di RRI Kamis, 13 Agustus 2026.

Pihaknya terus mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi agar distribusi air tetap berjalan, terutama saat musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan melalui pemeliharaan rutin, pengaturan giliran air, serta pelibatan petugas lapangan dan kelompok petani dalam menjaga jaringan irigasi.

Selain itu, PUPR Jawa Tengah juga mendukung pemanfaatan pompa irigasi tenaga surya sebagai pelengkap sistem pengairan di wilayah yang membutuhkan. Teknologi tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar maupun listrik untuk mengoperasikan pompa air.

"Harapannya bukan hanya mencukupi airnya, tetapi bagaimana proses tanam, panen, hingga penjualannya dapat dikolaborasikan sehingga petani tetap berkontribusi memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah," ujarnya.(imm)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....