Ubah Jelantah Jadi Cuan, Program Sejuta Mijel di Salatiga Diapresiasi Wagub Jateng

  • 09 Agt 2026 05:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Program Sejuta Mijel yang dikembangkan Pemerintah Kota Salatiga untuk mengubah limbah minyak jelantah menjadi sumber manfaat. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah kreatif dalam mengatasi persoalan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Taj Yasin saat menerima audiensi Pemkot Salatiga di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu, 5 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas pengembangan program pengelolaan minyak jelantah berbasis ekonomi sirkular yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan mitra pengelola limbah.

Taj Yasin menilai kesadaran ekologis masyarakat Salatiga menjadi modal penting dalam mengembangkan gerakan pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Ia melihat program tersebut dapat menjadi contoh inovasi daerah dalam mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

Menurutnya, konsep pengumpulan minyak jelantah perlu diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor agar partisipasi masyarakat semakin luas. Keberadaan titik pengumpulan seperti ATM Jelantah BioDrop juga dinilai dapat memudahkan warga menyalurkan minyak jelantah secara rutin.

Taj Yasin mendorong agar inovasi yang dikembangkan Salatiga tidak berhenti di tingkat kota. Program tersebut diharapkan dapat diperluas ke berbagai wilayah Jawa Tengah melalui kerja sama pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan mitra pengelola limbah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan menjelaskan Sejuta Mijel mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah rumah tangga menjadi nilai ekonomi dan sosial. Gerakan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah secara sembarangan.

Pada tahap awal, program difokuskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga sebagai pelopor perubahan. Hasil penjualan minyak jelantah nantinya dialokasikan untuk mendukung operasional kader PKK serta pengadaan sarana pemilahan sampah.

"Minyak jelantah yang selama ini sering dibuang ternyata memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial. Kami berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dan semakin memperkuat budaya peduli lingkungan melalui semangat gotong royong," ujar Retno.

Retno menegaskan keberhasilan program membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar pengelolaan minyak jelantah memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat.

"Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis agar pengelolaan minyak jelantah dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus mendukung program pemberdayaan masyarakat," ucapnya. (eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....