Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Ketahanan Pangan Kota Semarang Tetap Terjaga
- 07 Agt 2026 13:40 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Perubahan iklim ditandai cuaca tidak menentu dan musim kemarau lebih panjang mulai memengaruhi sektor pangan di berbagai daerah termasuk Kota Semarang.
- Lahan pertanian di Kota Semarang hanya sekitar enam persen dari total luas wilayah sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
- Ketersediaan pangan Kota Semarang masih dalam kondisi aman dan mengandalkan pasokan dari berbagai daerah penghasil pangan di Jawa Tengah dan sekitarnya.
RRI.CO.ID., Semarang - Perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca tidak menentu dan musim kemarau lebih panjang mulai memengaruhi sektor pangan di berbagai daerah, termasuk Kota Semarang. Meski memiliki keterbatasan lahan pertanian, ketersediaan pangan di Kota Semarang dipastikan masih dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, mengatakan lahan pertanian di Kota Semarang hanya sekitar enam persen dari total luas wilayah sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan pangan Kota Semarang masih mengandalkan pasokan dari berbagai daerah penghasil pangan di Jawa Tengah dan sekitarnya.
"Kita memang mengandalkan dari Kabupaten Kota yang lain. Alhamdulillahnya di Kota Semarang ini merupakan ibu kota dan kabupaten/kota lain ini berdagang mendistribusikan barang-barangnya diperdagangkan di Kota Semarang melalui Pasar Johar dan MAJT," katanya dalam dialog bersama RRI, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Semarang terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keterjangkauan pangan melalui Gerakan Pangan Murah atau Kempling Semar yang digelar di berbagai wilayah. Kerja sama juga dilakukan dengan Bulog, kios pangan, kelompok tani, serta daerah penghasil pangan agar distribusi tetap lancar dan harga pangan lebih terkendali.
"Tentunya semua pihak kita harapkan bersama-sama menyingsingkan baju untuk bisa bersama-sama menghadapi perubahan iklim yang tidak mungkin kita hindari. Yuk, agar kita berdaulat pangan untuk keluarga kita, mari menanam tanaman pangan secara masif," ujarnya.
Selain mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran, pemerintah juga mendorong budidaya ikan dan unggas sebagai sumber protein keluarga. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim dan gejolak harga pangan.(im)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....