Program Sunfish Jadi Solusi Atasi Rendahnya Produksi Perikanan Kota Semarang

  • 29 Jul 2026 11:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Program Semarang Urban Fishery Integrated Smart and Holistic (Sunfish) disiapkan menjadi solusi untuk meningkatkan produksi perikanan Kota Semarang yang hingga kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Melalui konsep budidaya ikan di lahan sempit berbasis teknologi, Dinas Perikanan Kota Semarang berharap produksi ikan lokal dapat terus meningkat.

Program Sunfish diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa, 28 Juli 2026. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons atas masih lebarnya kesenjangan antara produksi ikan lokal dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, mengatakan produksi ikan Kota Semarang sepanjang 2025 baru mencapai sekitar 7,2 ton. Sementara itu, kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai sekitar 44 ton per tahun sehingga masih harus dipenuhi dari pasokan luar daerah.

"Tahun 2025 kemarin kita berhasil memproduksi 7,2 ton ikan. Padahal, kebutuhan konsumsi warga Kota Semarang mencapai 44 ton per tahun, selisihnya masih sangat banyak," ujar Soenarto.

Menurut Soenarto, pengembangan sektor perikanan juga menghadapi tantangan berupa penurunan tanah (land subsidence) di kawasan pesisir yang menyebabkan semakin berkurangnya lahan budidaya air payau. Kondisi tersebut mendorong lahirnya konsep perikanan perkotaan yang memanfaatkan lahan terbatas di kawasan permukiman.

Melalui Sunfish, Dinas Perikanan akan mengembangkan budidaya ikan konsumsi, terutama lele dan nila, yang dinilai cocok dibudidayakan di lahan sempit. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan perkotaan.

"Walaupun tidak ada lahan yang cukup luas, bagaimana lahan-lahan sempit di perkotaan tetap bisa didorong untuk budidaya perikanan. Salah satu branding-nya nanti adalah lele dan nila," katanya.

Program Sunfish juga mengadopsi teknologi digital, seperti pemberian pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diharapkan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor perikanan sekaligus mengubah anggapan bahwa budidaya ikan identik dengan pekerjaan yang rumit dan kotor.

Sebagai percontohan, Dinas Perikanan telah membentuk Kampung Buleni (Kampung Budidaya Lele dan Nila) Siroto di Kecamatan Gunungpati. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai sentra perikanan terpadu, mulai dari pemijahan, pembesaran, pengolahan hasil hingga pemasaran produk.

"Kemarin kami dibantu oleh BRIDA yang membangunkan 30 kolam bis beton untuk konsep budidaya skala rumah tangga. Dukungan dari pihak swasta seperti Karang Turi juga luar biasa untuk pengembangan kedainya," ujar Soenarto.

Program Sunfish selanjutnya akan diperluas secara bertahap ke berbagai kelurahan di Kota Semarang. Pelaksanaannya akan diprioritaskan pada wilayah yang memiliki sumber air memadai dan dukungan masyarakat, sehingga konsep perikanan perkotaan dapat berkembang lebih luas dan membantu meningkatkan produksi ikan di Kota Semarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....