Hadapi Cuaca Dinamis, Nelayan Semarang Dibekali Kemampuan Baca Data BMKG

  • 01 Sep 2026 14:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Perikanan Kota Semarang mendorong nelayan meningkatkan kompetensi menghadapi kondisi cuaca yang semakin dinamis. Selain kemampuan membaca kondisi alam, nelayan juga diarahkan memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG untuk meningkatkan keselamatan saat melaut.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang Soenarto mengatakan, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) menjadi kegiatan strategis untuk menambah kemampuan nelayan dalam membaca kondisi cuaca. Menurutnya, pengetahuan tradisional atau ilmu titen yang selama ini menjadi pegangan nelayan dinilai belum cukup untuk menghadapi perubahan cuaca yang semakin cepat.

"Kondisi cuaca saat ini semakin dinamis, kadang ilmu titen dari nelayan itu sekarang sudah tidak cukup. Yang nampaknya panas terik, tahu-tahu berganti dengan angin yang cukup kencang," ujarnya usai mengikuti pembukaan SLCN di Aula Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, Senin 31 Agustus 2026.

Soenarto mengatakan, melalui SLCN, pemerintah bersama BMKG dan RRI berupaya meningkatkan kompetensi nelayan dengan memadukan pengetahuan yang selama ini dimiliki dengan kemampuan membaca data cuaca. Ia berharap informasi BMKG dapat menjadi dasar analisis bagi nelayan sebelum maupun saat melakukan aktivitas di laut.

"Bagaimana meningkatkan kompetensi nelayan untuk ilmu titennya dia nanti ditambahkan dengan bagaimana membaca data-data dari BMKG. Itu menjadi sebuah analisis yang handal untuk dimanfaatkan oleh teman-teman nelayan," katanya.

Selain keselamatan, Dinas Perikanan Kota Semarang juga menyiapkan strategi agar penghasilan nelayan tetap berjalan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melaut. Salah satunya melalui pengembangan perikanan perkotaan atau Semarang Urban Fishery (Sunfish).

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam melakukan budidaya ikan sebagai alternatif sumber pendapatan. "Nanti akan kita latih untuk budidaya ikan, bukan hanya kompetensi untuk tangkap saja, tetapi bagaimana dia juga bisa berbudidaya di lahan yang sempit," katanya.

Soenarto menjelaskan, budidaya ikan tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan terbatas menggunakan berbagai metode, seperti kolam terpal maupun sistem bioflok. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi nelayan ketika memasuki periode tertentu saat aktivitas melaut terkendala kondisi cuaca, sehingga roda ekonomi keluarga nelayan tetap dapat berjalan.

"Kita ingin teman-teman nelayan tidak hanya bergantung pada kegiatan menangkap ikan. Akan tetapi, juga memiliki alternatif melalui budidaya ikan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....