Dukung Ketahanan Pangan, Kelompok Wanita Tani Kota Semarang Berlatih Hidroponik

  • 28 Jul 2026 09:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Semarang mendapatkan pelatihan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik sebagai bekal mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming). Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Pelatihan diselenggarakan oleh Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Yayasan Karya Rumah Sahabat. Kegiatan dipusatkan di Balai KWT Bidadari, Kota Semarang, dengan melibatkan anggota kelompok wanita tani sebagai peserta.

Wakil Ketua Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara, Nafiul Haris, mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi sumber pangan yang produktif. Menurutnya, keterampilan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui hasil panen yang memiliki nilai ekonomi.

"Ini implementasi visi misi Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, wujud dari implementasi spirit Prabowonomics dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Haris saat membuka kegiatan, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan pembangunan dua instalasi hidroponik di lahan berukuran 10 x 2 meter. Selain praktik budidaya, peserta juga dibekali materi mengenai strategi pemasaran hasil panen agar mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi.

"Untuk pembekalan pemasaran produk hidroponik ini kami pasrahkan kepada Yanuar Aris Budiharto selaku Founder Eventrue Agency Branding and Marketing. Kami berharap, mudah-mudahan hasilnya memberi manfaat," katanya.

Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai tahapan budidaya hidroponik, mulai dari pengenalan sistem, teknik penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga pengelolaan nutrisi. Materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta menghasilkan panen sayuran yang lebih optimal.

Haris berharap semakin banyak Kelompok Wanita Tani di Kota Semarang yang mampu mengembangkan pertanian perkotaan berbasis hidroponik. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan gizi masyarakat, sekaligus menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.

Ketua KWT Bidadari Kelurahan Sampangan, Zakiyah, mengatakan hidroponik menjadi salah satu solusi pertanian di kawasan perkotaan karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Selain lebih hemat penggunaan air, metode tersebut juga mampu menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas dan bernilai jual.

"Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari keluarga. Melalui KWT, kami ingin membangun kesadaran bahwa pekarangan maupun ruang sempit dapat dioptimalkan menjadi sumber pangan yang produktif," ujar Zakiyah.

Ia menambahkan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mempraktikkan langsung perakitan instalasi hidroponik sederhana hingga penanaman bibit sayuran. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga maupun menjadi sumber pendapatan tambahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....