Lestarikan Budaya, RRI Semarang dan IPPK Gelar Wayang Kulit
- 25 Jul 2026 23:59 WIB
- Semarang
Poin Utama
- LPP RRI Semarang menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Sayembara Manthili pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Auditorium RRI Semarang.
- Pertunjukan dibawakan oleh dalang Ki Bremara Sekar Wangsa dan diiringi karawitan Sukoraras Semarang bekerja sama dengan IPPK.
- Kepala LPP RRI Semarang menekankan bahwa RRI memiliki tanggung jawab sebagai media edukasi dan pelestarian budaya untuk menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi mendatang.
RRI.CO.ID., Semarang - LPP RRI Semarang bersama Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan atau IPPK menggelar pagelaran wayang kulit di Auditorium RRI Semarang, Sabtu malam 25 Juli 2026. Pertunjukan dengan lakon Sayembara Manthili dibawakan oleh dalang Ki Bremara Sekar Wangsa, S.Sn., M.Pd., dan diiringi karawitan Sukoraras Semarang.
Kepala LPP RRI Semarang, Bambang Dwiana, mengatakan, RRI memiliki tanggung jawab tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai media edukasi dan pelestarian budaya. Menurutnya, pagelaran wayang kulit menjadi salah satu bentuk nyata komitmen RRI dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai masyarakat lintas generasi.
Ia memgatakan dalam sambutannya RRI punya tanggung jawab untuk memberikan edukasi dan menjadi media melestarikan budaya. Salah satunya melalui pagelaran wayang kulit
"RRI Semarang minangka Lembaga Penyiaran Publik gadhah titipan moral kangge nglestantunaken nguri-uri saha ngembangaken kabudayan Jawi mliginipun kesenian wayang kulit. Awit wayang kulit menika sanes namung tontonan, ananging ugi tuntunan lan tatanan ingkang kebak kaliyan pitutur luhur, wewadi pagesangan sarta piwulang budi pekerti ingkang tansah gantung kumayung kaliyan ubenipun roda ewah-ewahan jaman ing samangke," ucapnya dalam bahasa krama.
Sementara itu, Ketua IPPK, Sudharto, menyampaikan apresiasi kepada RRI Semarang atas dukungan dan kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi yang terjalin dapat terus memperkuat upaya pelestarian seni budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.
"Mugi-mugi putra wayah saged nerusaken menapa ingkang nate dipun lampahi dening Ibu saha sak kadang kadyaning seka lawas menika. Matur sewu sembah nuwun mugi-mugi IPPK taksih saged mresantunaken salah satunggaling indikator wawasan konservasi ingkang dados visinipun organisasi IPPK menika," ucapnya dalam bahasa krama.
Pagelaran wayang kulit ini berlangsung di Auditorium RRI Semarang dan juga disiarkan melalui Programa 4 RRI Semarang serta kanal YouTube RRI Semarang Creative Board, sehingga dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....