Keterlibatan Warga Jadi Kunci Keberhasilan Desa Wisata Nongkosawit Semarang

  • 24 Jul 2026 13:49 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang - Keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam pengembangan Desa Wisata Nongkosawit, Kota Semarang. Melalui konsep pariwisata berbasis edukasi, warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai pelaku utama dalam mengelola berbagai potensi desa.

Ketua Desa Wisata Nongkosawit, Warsono, mengatakan desa wisata dibangun dengan memanfaatkan aktivitas keseharian masyarakat, tradisi, dan budaya. Kemudian, dikemas menjadi paket wisata edukasi.

"Desa wisata itu suatu destinasi yang karena keunikan aktivitas masyarakat sehari-hari didukung tradisi dan budayanya dibuat paket wisata. Jadi disederhanakan bahwa desa wisata itu membangun pasar di kampung sendiri dan rumah sendiri," ujarnya.

Menurut Warsono, seluruh elemen masyarakat dilibatkan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Mulai dari karang taruna, PKK, hingga perangkat lingkungan. Keterlibatan tersebut bertujuan membangun desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai paket wisata dan produk lokal yang dikembangkan bersama.

Beragam aktivitas edukatif ditawarkan kepada wisatawan, mulai dari belajar pertanian dan peternakan, membuat kerajinan, memainkan gamelan, hingga mengenal permainan tradisional. Selain itu, Desa Wisata Nongkosawit juga mengembangkan produk unggulan UMKM seperti keripik, olahan singkong, kerajinan biji jenitri, tas berbahan biji mojo, hingga destinasi kuliner yang memanfaatkan suasana pedesaan.

Ia menuturkan, keberadaan desa wisata turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Meningkatnya kunjungan wisatawan mendorong tumbuhnya usaha kuliner, homestay, hingga penjualan produk UMKM yang dikelola warga setempat.

Meski demikian, ia mengakui proses membangun desa wisata tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam menyatukan dukungan masyarakat. "Yang penting itu bermanfaat untuk masyarakat umum, yang kontra itu tidak harus dijelaskan karena kita bisa kehabisan energi, lebih baik fokus bekerja dan memberikan manfaat," katanya.

Selain memperkuat kolaborasi dengan desa wisata lain melalui Forum Komunikasi Desa Wisata Kota Semarang, Nongkosawit juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Pengelolaan akun media sosial melibatkan generasi muda agar promosi destinasi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Warsono berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan desa wisata di wilayah perkotaan, terutama melalui kebijakan dan bantuan pembangunan sarana pendukung. Menurutnya, dukungan tersebut akan memperkuat peran desa wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus pelestari budaya lokal.(imm)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....