Asesmen Cepat Jadi Kunci BPBD Kota Semarang Salurkan Bantuan Tepat Sasaran

  • 05 Agt 2026 11:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kota Semarang menerapkan asesmen cepat sebelum menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan, sekaligus menentukan jenis bantuan yang paling dibutuhkan.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Semarang, Adi Jatmiko, S.T, M. Eng, pihaknya mendatangi lokasi dan melakukan asesmen sebelum memberikan logistik di lokasi bencana. Hal tersebut untuk melihat dampak dan potensi susulan bencana, sehingga dapat menindaklanjuti kejadian sesuai dengan kondisi bencana yang terjadi di lapangan.

“Misalkan contoh tanah longsor yang menimpa rumah, kita melihat kerusakan dengan rapid assessment atau penilaian cepat terhadap bencana. Misalkan atap hilang kita bisa mengirim logistik berupa terpal untuk pengganti sementara atap, family kit aatau kebutuhan terhadap penghuni rumah yang kasurnya rusak atau tidak ada alas,” katanya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Rabu, 29 Juli 2026.

Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan berbagai kanal komunikasi seperti WhatsApp atau call center 112 milik Pemkot Semarang untuk menghimpun informasi. Ia mencontohkan ketika terjadi banjir yang melanda Kota Semarang pada akhir 2025 lalu, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan pendirian posko yang memastikan distribusi bantuan merata.

“Posko itu di antaranya sebagai pusat penerimaan dan pendistribusian logistik, jadi tidak bisa misalnya ketika masyarakat atau pihak lain akan membantu langsung kepada korban. Idealnya tidak bisa dalam artian bukan tidak boleh, karena khawatirnya jika tidak melewati posko maka akan terjadi penumpukan logistik pada satu titik,” ucap Adi.

Semarang sebagai salah satu daerah yang rawan terhadap bencana, tidak dipungkiri Adi memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya potensi bencana yang terpola di setiap musim, termasuk juga tanah longsor yang berpotensi terjadi kapan saja.

“Kita memperhitungkan dari tren-tren kejadian tahun lalu, kita punya data. Kemudian kita bisa menganggarkan dari anggaran Kota Semarang, kemudian ketika itu terjadi kita didukung relawan-relawan dan para stakeholder yang siap membantu untuk CSR bantuan tentunya melalui kita,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....