Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Purworejo Perkuat Antisipasi Karhutla

  • 23 Jul 2026 13:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi musim kemarau 2026 yang akan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal. Upaya tersebut diwujudkan melalui Apel Siaga Bencana Karhutla di Jalan Proklamasi, Alun-alun Purworejo, Kamis, 23 Juli 2026.

Apel siaga dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Suranto, serta diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ratusan personel dari berbagai instansi. Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.

Dalam amanatnya, Suranto mengatakan apel siaga bertujuan memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi lintas sektor. "Agar mampu bertindak secara cepat, tepat, dan terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Suranto mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dari kondisi normal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekeringan sekaligus kebakaran hutan dan lahan.

Ia menegaskan keberhasilan penanggulangan karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api. Pencegahan sejak dini harus menjadi prioritas seluruh pemangku kepentingan.

"Keberhasilan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan kita mencegah agar kebakaran tidak terjadi. Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas seluruh pemangku kepentingan," ucapnya.

Apel siaga diikuti personel dari Kodim 0708 Purworejo, Polres Purworejo, Satpol PP Damkar, Satlinmas, PMI Kabupaten Purworejo, Perhutani Kabupaten Purworejo, serta para camat se-Kabupaten Purworejo. Kehadiran seluruh unsur tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi karhutla.

Sekda juga menekankan, edukasi serta sosialisasi perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Segera laporkan apabila menemukan titik api maupun potensi kebakaran," ucapnya.

Melalui Apel Siaga Karhutla, Pemkab Purworejo berharap sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat semakin solid. Dengan kesiapan yang matang, Kabupaten Purworejo diharapkan mampu melewati musim kemarau 2026 tanpa kejadian kebakaran hutan dan lahan yang meluas.(ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....