Olah 20 Ton Sampah per Hari, Unnes Sulap Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Maggot

  • 08 Jul 2026 14:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengolah sekitar 18 hingga 20 ton sampah setiap hari melalui sistem pengelolaan sampah terpadu. Sebagian besar sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular sekaligus mengurangi timbunan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Kepala Subdirektorat Konservasi Unnes, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, mengatakan sekitar 80 persen sampah yang dihasilkan kampus berasal dari guguran daun. Sementara sisanya berasal dari aktivitas perkantoran, perkuliahan, kantin, dan berbagai kegiatan lain di lingkungan kampus.

"Sampah yang masuk ke tempat pengolahan sekitar 18 sampai 20 ton setiap hari. Harapannya sampah itu bisa dikelola di dalam kampus sehingga tidak dibuang ke TPA," ujarnya kepada RRI, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Nana, pengelolaan sampah diawali dengan proses pemilahan sejak dari sumbernya. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sedangkan sampah anorganik seperti kardus dan plastik dipilah untuk didaur ulang atau dijual sehingga memiliki nilai ekonomi.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan. Perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah menjadi faktor penting untuk mengurangi timbunan sampah.

"Permasalahan sampah harus dikelola dari hulu. Yang paling penting adalah mengubah mindset agar masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah," katanya.

Nana menjelaskan konsep pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan Unnes dapat diadaptasi di lingkungan permukiman. Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos maupun pakan maggot dinilai mampu mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus memberikan nilai ekonomi.

Ia berharap semakin banyak masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mengurangi beban TPA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....