Dukung Swasembada Gula, Perhutani Purwodadi Panen Agroforestry Tebu Mandiri 2026

  • 23 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID Grobogan- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi resmi melaksanakan kegiatan panen Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) Tahun 2026 di Petak 62F1 RPH Pekuwon BKPH Bandung, Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk sinergi strategis antara Perhutani KPH Purwodadi dengan PG Madukismo dalam mendukung Program Swasembada Gula Nasional yang dicanangkan pemerintah.

Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan panen Agroforestry Tebu Mandiri merupakan wujud nyata kontribusi Perhutani. Pihaknya berkomitmen penuh mendukung program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gula dalam negeri agar tidak bergantung pada impor.

"Perhutani terus berupaya mengoptimalkan potensi kawasan hutan melalui pola Agroforestry Tebu Mandiri yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sinergi dengan PG Madukismo ini diharapkan dapat terus berjalan berkesinambungan serta memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat sekitar hutan," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Kegiatan panen diawali dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan budidaya tebu di lahan hutan. Prosesi pemotongan tumpeng tersebut dihadiri langsung oleh jajaran manajemen Perhutani KPH Purwodadi, perwakilan PG Madukismo, serta para tenaga kerja yang menggarap lahan.

Usai prosesi syukuran selesai, agenda utama dilanjutkan dengan pemanenan tebu secara simbolis oleh para pejabat yang hadir. Setelah itu, Administratur KPH Purwodadi melakukan penempelan stiker angkutan secara resmi pada armada truk pengangkut tebu sebagai tanda legalitas dan dimulainya pengiriman hasil panen menuju PG Madukismo yang berada di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada 2026 ini, areal Agroforestry Tebu Mandiri di Petak 62F1 RPH Pekuwon BKPH Bandung tercatat memiliki luas mencapai 5,5 hektare. Perhutani menargetkan rencana produksi dari lahan tersebut mampu mencapai angka 353,430 ton tebu. Program ini menjadi bukti konkret optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan melalui pola agroforestry yang tepat sasaran.

Melalui skema agroforestry, pengelolaan lahan tetap mengutamakan prinsip kelestarian hutan jangka panjang. Di sisi lain, ruang di antara tanaman hutan dimanfaatkan secara produktif untuk tanaman semusim seperti tebu. Pola ini terbukti memberikan multiplier effect berupa manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....