Percepat Respons Ancaman Karhutla, Perhutani Purwodadi Optimalkan Pos Bayangan
- 21 Jul 2026 15:32 WIB
- Semarang
RRI.CO .ID .Grobogan - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan pengawasan kawasan hutan dan penempatan personel siaga di Pos Bayangan petak 144A, RPH Jangglengan, BKPH Jatipohon, guna mempercepat respons terhadap potensi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan.
Lokasi tersebut juga menjadi titik pemantauan terhadap sejumlah petak di sekitarnya, yakni petak 86, petak 116, dan petak 87. Lokasi tersebut dinilai perlu mendapatkan pengawasan lebih intensif selama musim kemarau.
Selain melakukan penjagaan di Pos Bayangan, petugas juga melaksanakan patroli rutin untuk memantau kondisi kawasan hutan. Kegiatan tersebut meliputi pengecekan kondisi tegakan, pemantauan aktivitas masyarakat di sekitar hutan, serta identifikasi berbagai potensi kerawanan yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, mengatakan musim kemarau menjadi periode yang membutuhkan perhatian lebih. Sebab, risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah dapat meningkat di musim kemarau.
"Siaga di Pos Bayangan merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman, sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran maupun gangguan keamanan hutan lainnya. Kami terus meningkatkan patroli, pengawasan, serta menjalin sinergi dengan LMDH dan masyarakat sekitar hutan agar kelestarian sumber daya hutan tetap terjaga. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan setelah terjadi kebakaran," ujarnya dalam siaran pers, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, Perhutani KPH Purwodadi juga terus mengimplementasikan arahan Kantor Divisi Regional Jawa Tengah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan melalui patroli terpadu, deteksi dini titik api, penyediaan personel siaga, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.
“Upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada kondisi cuaca kering yang rentan memicu penyebaran api,” katanya.
Ketua LMDH Jati Makmur, Saryono, menyatakan masyarakat desa hutan siap mendukung upaya pencegahan kebakaran dengan ikut mengawasi kondisi lingkungan sekitar. Masyarakat juga diminta melapor apabila ditemukan potensi kebakaran maupun aktivitas yang mencurigakan di kawasan hutan.
"Kami bersama anggota LMDH akan terus membantu Perhutani melakukan pengawasan lingkungan hutan, memberikan informasi apabila terdapat potensi kebakaran maupun aktivitas yang mencurigakan, serta mengajak masyarakat untuk menjaga hutan sebagai aset bersama. Hutan yang lestari memberikan manfaat bagi lingkungan, menjaga sumber mata air, mencegah bencana, dan menjadi penopang kesejahteraan masyarakat sekitar," ungkap Saryono.
Sinergi antara Perhutani, LMDH, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian hutan. Tujuannya agar fungsi ekologis, ekonomi, dan sosialnya tetap terpelihara secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....