Pemetaan Wilayah Rawan Jadi Prioritas Cegah Karhutla di Grobogan
- 05 Agt 2026 14:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Grobogan– Pemetaan wilayah rawan kebakaran, pembentukan posko siaga Karhutla, peningkatan kapasitas petugas, serta penguatan edukasi kepada masyarakat menjadi fokus upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Grobogan. Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Siaga Karhutla yang diikuti Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa bersama lintas instansi di Aula Jananuraga Polres Grobogan, Rabu 5 Agustus 2026.
Kapolres Grobogan, AKBP Endhie Pratama, mengatakan pencegahan Karhutla hanya dapat berjalan efektif apabila seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dan bekerja secara terpadu. Karena itu, Polri mendukung penuh upaya pencegahan melalui sinergi bersama Perhutani, TNI, BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat.
"Dengan pencegahan Karhutla sebagai langkah yang paling efektif dalam mengangisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar potensi karhutla dapat diminimalisir," ujarnya .
Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Telawa, Titus Aryanto, mengatakan Perhutani terus memperkuat langkah antisipasi Karhutla dengan memastikan kesiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana di lapangan agar berfungsi optimal. Selain itu, Perhutani juga meningkatkan pemantauan titik panas (hotspot), memperkuat sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, serta menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Forkopimcam.
"Melalui rapat koordinasi ini kita satukan komitmen. Perkuat kerja sama, serta menyusun langkah taktis untuk mengantisipasi Karhutla demi menjaga kelestarian hutan," ujar Titus Aryanto.
Menurut Titus, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Edukasi kepada warga sekitar hutan terus dilakukan agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di kawasan hutan.
Sinergi antara Polri, TNI, Perhutani, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Kolaborasi tersebut juga menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian hutan, melindungi lingkungan, serta mengurangi dampak bencana bagi masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Bupati Grobogan, Dandim 0717/Grobogan, Administratur Perhutani KPH Purwodadi, KPH Gundih, serta KPH Semarang. Hadir pula BPBD Kabupaten Grobogan, Satpol PP, PMI, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....