Komunitas Pelita: Toleransi Bisa Dimulai dengan Menghapus Prasangka
- 22 Jun 2026 13:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Toleransi tidak cukup dibangun melalui slogan, tetapi juga dengan menghilangkan prasangka terhadap pemeluk agama lain. Oleh karena itu, Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang aktif mengajak anak-anak dan remaja mengenal keberagaman secara langsung melalui berbagai program edukasi lintas agama.
Koordinator Pelita Kota Semarang, Setyawan Budy, mengatakan upaya merawat kerukunan perlu dilakukan sejak usia dini. Salah satunya melalui program Anak Semarang Damai yang menyasar anak-anak berusia 10 hingga 13 tahun.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengunjungi rumah ibadah berbagai agama dan berinteraksi langsung dengan tokoh agama setempat. Melalui pengalaman tersebut, anak-anak diharapkan dapat memahami perbedaan sekaligus menghilangkan prasangka yang mungkin selama ini mereka miliki.
"Kami ajak ke suatu tempat ibadah misalnya ke vihara, dan mereka dikenalkan ke tokoh agama di situ atau dalam hal ini bhikku. Mereka bisa melihat tata cara peribadatan umat Buddha seperti apa, dan itu bisa memupus prasangka yang mungkin ditanamkan atau mereka miliki," ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 16 Juni 2026.
Selain menyasar anak-anak, Pelita juga memiliki program Pondok Damai yang ditujukan bagi remaja berusia 19 hingga 25 tahun. Program berbentuk live in selama tiga hari tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman lintas agama melalui diskusi dan interaksi langsung.
Menurut Wawan, sapaan akrabnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengonfirmasi berbagai anggapan yang selama ini berkembang mengenai agama lain. "Harapannya juga bisa memupus prasangka, misalnya kecurigaan agama A dengan agama B, biasanya di sesi sharing akan saling terkonfirmasi bahwa dugaan selama ini ternyata salah," katanya.
Ia menilai prasangka sering muncul karena kurangnya interaksi dan komunikasi antarkelompok. Oleh karena itu, pertemuan langsung menjadi cara efektif untuk membangun saling pengertian.
Selain program edukatif, Pelita juga rutin menggelar kegiatan partisipatif yang melibatkan komunitas lintas agama. Kegiatan tersebut antara lain buka puasa bersama, kunjungan saat perayaan hari besar keagamaan, hingga safari lintas iman.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak menghargai perbedaan sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat yang memiliki keyakinan berbeda. "Ketika Natal, kami menyambangi gereja untuk mengucapkan selamat Natal kepada umat setelah mereka selesai beribadah, keesokan harinya kami juga menghadiri open house Natal di Keuskupan Agung Semarang," ucapnya.
Wawan berharap berbagai kegiatan lintas agama yang dilakukan Pelita dapat terus memperkuat budaya toleransi di Kota Semarang. Menurutnya, semakin banyak ruang perjumpaan antarmasyarakat, semakin kecil pula peluang munculnya prasangka dan sikap intoleran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....