Usung Pendekatan Eksploratif, Komunitas Puspaloka Pelajari Keberagaman

  • 14 Jun 2026 12:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pendekatan secara eksploratif bisa menjadi pilihan yang tepat, untuk bisa mempelajari keberagaman agama dan budaya di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh komunitas Puspaloka, yang mengajak generasi muda mengeksplor keragaman agama dan budaya yang ada di Kota Semarang.

Menurut Founder Puspaloka, Diyah Putri Saraswati, bahwa komunitas ini bermula dari tugas kuliah yang kemudian berlanjut hingga saat ini. Dari berbagai pilihan tema saat itu yang tersedia, ia memilih untuk membuat sebuah komunitas yang memiliki concern terhadap lintas agama dan budaya.

“Jadi makanya gimana aku tuh pengennya bikin komunitas lintas budaya atau agama, jadi kita nggak cuma mempelajari budaya satu etnis aja tapi berbagai etnis kita pelajari. Karena sebelumnya belum pernah ada komunitas yang mengangkat toleransi beragama gitu, jadi mereka mengadakan campaign itu untuk hal-hal yang biasa,” jelasnya dalam program SPADA PRO 2 Semarang, Selasa, 9 Juni 2026.

Mengusung pendekatan tentang keberagaman dalam bentuk eksplorasi, Diyah dan teman-temannya awalnya berdiskusi seperti apa bentuk kegiatan yang dibuat. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengeksplor tradisi dan cara beribadah umat Hindu, dengan mengunjungi Pura Agung Giri Natha di Kota Semarang.

“Ternyata aku klik sama Pura Agung Giri Natha, disitu dia adalah wisata religi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai tempat wisata. Awalnya belum jadi kayak satu tempat ibadah resmi jadi belum bisa dikunjungi banyak orang, akhirnya aku kepikiran gimana misalnya aku adain disini kayaknya seru,” ungkap Diyah.

Sebelumnya mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang ini juga pernah mengadakan kegiatan eksplorasi budaya, yang dilakukan di Kampung Djadhoel di Kota Semarang. Mereka menemukan satu kegiatan yang cukup antimainstream, yaitu membatik dalam berbagai media dan kemudian mereka memilih totebag.

“Nah kemarin itu aku coba koordinasikan lagi, gimana misalnya kalau mencanting di totebag jadi bisa dipakai sehari-hari. Totebag itu digambar langsung dengan Ibu Laksmi Art itu, dengan tema dan coraknya Kartini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....