Toleransi Bukan Tanpa Batas, Pancasila Jadi Acuan Hidup Bermasyarakat
- 09 Jun 2026 07:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Perbedaan keyakinan, budaya, dan pandangan hidup merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, toleransi yang dibangun di tengah keberagaman tersebut dinilai tetap memerlukan batasan yang jelas dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Nickles Ferenon Ardani Lukmana menyebut peran Pancasila adalah sebagai nilai yang sudah mapan. Ia memandang Pancasila sebagai arah tujuan masyarakat Indonesia, yang terinternalisasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Pancasila ini bisa kita jadikan sebagai kemana Indonesia ini diharapkan, bagaimana masyarakat dari dulu sampai yang nanti akan datang. Pola masyarakat itu sudah diukur oleh perumus Pancasila, bahwa nilai Pancasila adalah nilai yang hidup dan bukan nilai yang diciptakan,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 2 Juni 2026.
Apabila dihubungkan dengan konsep kebebasan beragama yang ada, moderasi beragama berperan sebagai penghubung terhadap nilai Pancasila. Apalagi konsep moderat yang berada di tengah, merupakan titik aman sebagai masyarakat dan harusnya menjadi pondasi masyarakat.
“Karena kalau kita ekstrem kanan bahasanya, kita akan jadi ekstremis kanan yang dalam artian output-nya salah satunya terorisme dan lain sebagainya. Kalau kita mentok kiri, ini menjadi tidak punya pegangan dan yang menjadi bola liar adalah konteks keagamaannya dan kalau mungkin bahasa yang lebih sering digunakan adalah terlalu liberal,” kata Nickles.
Jika dalam konteks keagamaan, Nickles memandang ada sesuatu yang bisa ditoleransi ataupun tidak. Dengan adanya moderasi beragama dan Pancasila yang saling terhubung, masyarakat bisa membedakan dan menjadikannya sebagai tolak ukur sekaligus batasan terhadap bertoleransi.
“Hal-hal di masyarakat, misal sekadar interaksi dengan teman berbeda agama, itu bukan hal yang akan mengganggu iman. Ketika sesuatu terjadi untuk kelanggengan masyarakat, saya rasa kita masih bisa menegosiasikan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....