Kesbangpol Kota Semarang Terapkan Pendidikan Kebangsaan Berbasis Segmentasi
- 06 Agt 2026 09:24 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kesbangpol Kota Semarang menerapkan pendekatan berbasis segmentasi masyarakat dalam memberikan pendidikan wawasan kebangsaan untuk hasil yang lebih tepat sasaran.
- Setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan dan metode pendekatan yang berbeda, sehingga materi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.
- Sosialisasi wawasan kebangsaan dirancang khusus untuk pelajar, penyandang disabilitas, perempuan, kelompok lintas agama, dan kelompok masyarakat lainnya.
RRI.CO.ID., Semarang - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang menerapkan pendekatan berbasis segmentasi masyarakat dalam memberikan pendidikan wawasan kebangsaan. Langkah tersebut dilakukan agar materi yang diberikan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan karakter masing-masing kelompok.
Kepala Kesbangpol Kota Semarang Bambang Pramusinto mengatakan, setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan dan metode pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, sosialisasi wawasan kebangsaan disusun secara khusus untuk pelajar, penyandang disabilitas, perempuan, lintas agama, hingga kelompok masyarakat lainnya.
"Jadi kan kita sudah punya segmentasi masyarakat ya. Contoh kemarin kami mengadakan kegiatan untuk kalangan pelajar kemudian hari ini nanti kami juga mengadakan kegiatan untuk sahabat-sahabat disabilitas, karena metodenya kan pasti berbeda," kata Bambang dalam Dialog Semarang Menyapa di RRI Semarang edisi Rabu, 5 Agustus 2026.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, Kesbangpol Kota Semarang juga melakukan pemetaan terhadap perkembangan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Kota Semarang. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan program pembinaan pada indikator-indikator yang masih memerlukan penguatan.
Menurut Bambang, nilai Indeks Demokrasi Indonesia Kota Semarang mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mengalami penurunan pada periode 2022 hingga 2024, indeks tersebut kembali menunjukkan peningkatan pada 2025 sehingga perlu terus dijaga melalui berbagai intervensi yang tepat.
"Ada beberapa indikator dari tiga dimensi itu ee indeks demokrasi Indonesia, itu yang kami harus petakan, mana yang mengalami fluktuasi gitu. Jadi kalau indikator indeks demokrasi ini kan banyak ya, apakah ada tekanan ketika orang berpartisipasi berserikat berkumpul di satu wilayah gitu," ujarnya.
Melalui pendekatan yang lebih spesifik terhadap berbagai kelompok masyarakat, Kesbangpol Kota Semarang berharap nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, dan toleransi dapat semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut juga diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(im)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....