Dukung Ketahanan Pangan, Jembatan Merah Putih Presisi Buka Akses Petani Purworejo

  • 05 Jun 2026 09:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polres Purworejo di Dusun Sembuh, Desa Kebongunung, Kecamatan Loano, resmi dioperasikan. Kehadiran jembatan tersebut membuka kembali akses warga menuju lahan pertanian produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah setempat.

Jembatan sepanjang 23 meter dengan lebar 1,5 meter itu diresmikan pada Kamis, 4 Juni 2026. Infrastruktur tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang hanyut akibat banjir dan selama ini menjadi akses utama warga menuju lahan pertanian serta penghubung ke Desa Maron.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan solusi nyata atas kebutuhan warga yang selama ini mengalami kesulitan akses.

"Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah simbol gotong royong Polri, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Aspek terpentingnya, dampaknya langsung dirasakan,” katanya.

Ia menyebut, penerima manfaat ada sebanyak 60 KK atau sekitar 150 jiwa. “Dari sisi efisiensi, waktu tempuh warga terpangkas 20 sampai 25 menit, kalau dulu harus memutar jauh, kini akses antarwilayah hanya butuh 15 sampai 20 menit," ujar AKBP Windy.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut sengaja diintegrasikan dengan Jalan Usaha Tani (JUT) agar distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar. Dengan akses yang semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pertanian diharapkan semakin berkembang.

"Tujuannya jelas, agar distribusi hasil pertanian lancar, kalau akses pertanian lancar, ketahanan pangan di Loano otomatis ikut kuat. Ini yang kami sebut Polri Presisi: mendengar, memahami, lalu bertindak untuk rakyat," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyerahkan pengelolaan jembatan kepada Pemerintah Desa Kebongunung. Diharapkan, jembatan tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Kebongunung, Fatah Kusumo Handogo, menyebut kehadiran jembatan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama ini terkendala akses, terutama saat musim hujan. "Aspek paling kami rasakan adalah berakhirnya isolasi petani,” katanya.

“Dulu kalau musim hujan, warga yang punya lahan di seberang sungai tidak bisa menyebrang. Anak sekolah dan warga yang mau berobat ke Maron juga kesulitan,” ujarnya.

Ia menegaskan, dampak jembatan ini luar biasa bagi pertanian dan konektivitas. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajaran, semoga Polres Purworejo makin sukses mengayomi masyarakat," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....