Waisak dan Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Merawat Kerukunan

  • 01 Jun 2026 17:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang berdekatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kedua momentum tersebut dinilai memiliki nilai-nilai yang sejalan dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Karbono, mengatakan Pancasila merupakan fondasi bangsa yang memuat nilai-nilai fundamental untuk menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera. “Menurut saya, dari semua agama, pasti selaras dan senilai dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Senin, 1 Juni 2026.

Menurutnya, sila-sila dalam Pancasila mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan, menjunjung kemanusiaan, memperkuat persatuan, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Nilai-nilai itu menjadi landasan penting dalam kehidupan masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.

Ia menjelaskan, Waisak tahun ini mengangkat tema Dharma Menjaga Perdamaian Dunia. Tema ini menjadi semangat bagi umat untuk menjaga perdamaian dunia di tengah berbagai konflik yang masih terjadi di sejumlah negara.

Umat Buddha turut berpartisipasi dalam upaya mewujudkan perdamaian melalui doa dan meditasi bersama yang dilaksanakan selama rangkaian perayaan Waisak. Harapannya, kondisi dunia yang damai dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam aspek sosial dan ekonomi.

“Jadi dalam momen Waisak ini kita umat Buddha membantu dengan lantunan doa tentang perdamaian dunia. Kita, umat Buddha menyadari bahwa kebahagiaan itu muncul dari perdamaian,” ucapnya.

Selain itu, ia menilai praktik toleransi dan saling menghormati antarumat beragama di Indonesia telah berlangsung dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling mengunjungi, membantu, dan menghormati perayaan keagamaan masing-masing menjadi contoh nyata penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Karbono juga menilai kondisi kerukunan antarumat beragama di Jawa Tengah relatif baik. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul lebih banyak terjadi di internal kelompok dan umumnya dapat diselesaikan melalui komunikasi serta musyawarah.

Ia berharap momentum Waisak dan Hari Lahir Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus merawat toleransi, memperkuat persatuan, dan menjaga kedamaian. Dengan semangat tersebut, kehidupan yang harmonis dan sejahtera di tengah keberagaman dapat terus terpelihara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....