Dari Kampung Sampah, Samirono Bertransformasi Menjadi Desa Wisata Mandiri Energi

  • 15 Mei 2026 12:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang-Desa Wisata Samirono di Kabupaten Semarang terus berkembang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan dan energi mandiri. Berawal dari salah satu dusun yang dikenal sebagai kampung sampah, kini Samirono berhasil bertransformasi menjadi desa wisata yang menarik perhatian wisatawan hingga luar daerah.

Sekretaris dan Marketing Pokdarwis Desa Samirono, Nur Fitria Primastuti mengatakan awal mula pengembangan desa wisata muncul sekitar tahun 2018 dari keresahan masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang kumuh akibat sampah dan aktivitas peternakan. Warga kemudian mulai mengolah sampah plastik menjadi kerajinan serta memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi biogas.

Menurutnya, perubahan tersebut menarik perhatian banyak pihak hingga beberapa media nasional datang meliput perkembangan kampung tersebut. Banyaknya kunjungan masyarakat kemudian mendorong lahirnya Desa Wisata Samirono pada 2019 hingga akhirnya memiliki branding sebagai desa wisata mandiri energi.

“Kan masyarakat itu mulai gusar gitu ya lingkungannya kotor dan sebagainya, akhirnya menggandeng pihak ketiga, dilirik pihak ketiga, gimana nih diolah sampahnya gitu. Yang plastik dijadikan kerajinan, kotoran dari hewan ini diubah menjadi bio gas gitu, saat itu masih satu dua gitu ya biogasnya, kemudian banyak orang datang kepo gitu,” ujarnya.

Selain mengandalkan edukasi pengolahan limbah dan biogas, Desa Wisata Samirono juga mengembangkan berbagai produk UMKM berbahan dasar susu sapi seperti yogurt, permen susu, sabun susu, hingga aneka kuliner rumahan. Tak hanya itu, masyarakat juga tetap mempertahankan tradisi budaya seperti merti dusun, kenduri, dan sendratari sebagai daya tarik wisata.

Fitria menambahkan dukungan masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya desa wisata tersebut, warga kini aktif menyediakan homestay, kuliner, hingga terlibat dalam promosi digital melalui media sosial yang dikelola bersama Pokdarwis. "Akhirnya kami memberdayakan diri sekitar tahun 2022-2023 itu membranding dengan Desa Wisata Samirono, Desa Wisata Mandiri Energi gitu," ujarnya.

Saat ini mayoritas pengunjung Desa Wisata Samirono berasal dari kalangan pelajar dan instansi yang ingin belajar tentang pengolahan limbah, energi mandiri, serta pemberdayaan masyarakat. Ke depan, pengelola berharap Desa Wisata Samirono semakin dikenal luas hingga mancanegara dengan pengembangan fasilitas seperti rest area, mini soccer, dan playground.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....