Investor Amerika Siap Olah 1.000 Ton Sampah Soloraya Jadi Energi Setiap Hari

  • 03 Agt 2026 15:21 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Energy Three International (E3i) asal Amerika Serikat berkomitmen menginvestasikan fasilitas pengolahan sampah di Jawa Tengah dengan kapasitas 1.000 ton sampah per hari.
  • Pertemuan antara Gubernur Ahmad Luthfi dan Medhat Omran (perwakilan E3i ASEAN) menghasilkan kesepakatan investasi yang akan mendukung target Jawa Tengah bebas sampah pada 2028.
  • Proyek ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan gunungan sampah di kawasan Soloraya dengan mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.

RRI.CO.ID, Semarang - Persoalan gunungan sampah di kawasan Soloraya segera mendapat solusi baru setelah perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan minat berinvestasi di Jawa Tengah. Perusahaan tersebut berencana membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar yang mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Komitmen investasi itu disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 3 Agustus 2026. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat target Jawa Tengah mencapai kondisi bebas sampah pada 2028.

Ahmad Luthfi mengatakan, penanganan sampah di Soloraya menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena volume sampah yang terus meningkat setiap tahun. Selain menangani sampah baru, pemerintah juga membutuhkan solusi untuk mengurangi tumpukan sampah lama yang selama ini masih menjadi persoalan.

“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” kata Luthfi.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kawasan Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah setiap hari. Jumlah tersebut jauh melebihi kapasitas pengelolaan yang tersedia sehingga dibutuhkan fasilitas baru dengan kemampuan pengolahan dalam skala besar.

Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar di Kabupaten Boyolali. Fasilitas tersebut dirancang melayani tujuh daerah sekaligus, yakni Kota Surakarta serta Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Luthfi menjelaskan, sejumlah kerja sama pengolahan sampah sebelumnya telah dilakukan di kawasan aglomerasi lain, termasuk Semarang dan Kendal. Namun, sebagian besar kerja sama tersebut masih difokuskan pada pengolahan sampah baru sehingga persoalan sampah lama masih membutuhkan investasi tambahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan masuknya investor asal Amerika Serikat menjadi langkah strategis untuk mewujudkan target bebas sampah pada 2028. Soloraya dipilih karena menjadi salah satu kawasan dengan produksi sampah terbesar di Jawa Tengah.

Menurut Heru, fasilitas pengolahan sampah tersebut akan dibangun di Boyolali dengan kebutuhan lahan sekitar 25 hektare. Saat ini, lahan seluas 20 hektare telah tersedia untuk mendukung realisasi proyek tersebut.

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, mengatakan perusahaannya bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi bahan bakar hayati dan energi ramah lingkungan. Teknologi yang digunakan mengusung konsep tanpa emisi sehingga mampu mengolah sampah tanpa menghasilkan polusi yang membahayakan lingkungan.

Selain membantu mengurangi persoalan sampah, proyek ini juga diproyeksikan membuka hampir 300 lapangan kerja baru. Kehadiran investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pengembangan energi hijau di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....