Bangun Toleransi Sejak Dini, Anak Usia Sekolah Perlu Penguatan Harmoni Sosial

  • 12 Mei 2026 09:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Penanaman kesadaran untuk menjaga harmonisasi sosial, perlu dilakukan untuk menjaga hubungan antarumat beragama. Pendidikan karakter dan literasi digital yang positif terutama bagi anak usia sekolah, menjadi cara untuk membangun kesadaran sejak dini.

Staf Kementerian Agama BEM KM Universitas Negeri Semarang(Unnes) 2026 NG. Gita Ayu Cahyani berpendapat, hal ini perlu menjadi concern terutama di anak usia sekolah. Anak usia sekolah dianggap masih belum memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga harmoni sosial.

Sometimes kita bakal nemuin itu di lingkup sekolah, kalau di lingkup mahasiswa mereka bisa lebih open minded terhadap perbedaan. Yang kita harus antisipasi di anak-anak sekolah, SMA atau SMP itu biasanya kurang sensitif untuk harmonisasi sosial,” ujarnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurut Gita, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah peningkatan literasi digital pada anak muda khususnya usia sekolah. Apalagi untuk menangkis dampak dari media sosial, yang dapat mengganggu harmonisasi sosial utamanya dalam hal antar umat beragama.

“Karena aku waktu itu ngerasain sekolah dan belum berpikir secara dewasa, aku masih mikir kayak ih apa sih kok kayak gini. Setelah kuliah, aku jadi lebih terbuka pemikirannya,” ucapnya.

Langkah konkret lainnya yang bisa dilakukan, menurut Gita, ialah mengikuti organisasi atau kegiatan keagamaan. Di samping itu perlu adanya forum diskusi antarumat beragama, agar bisa memahami dan mengerti satu sama lain untuk meningkatkan empati dan sikap saling menghargai.

Nggak usah maksain pendapat antarumat beragama. Aku yakin setiap agama punya ajarannya masing-masing karena agamamu, agamamu, dan agamaku, agamaku,” katanya.

Aspek pendidikan karakter juga memiliki andil untuk menanamkan kesadaran anak muda, terutama untuk menjaga harmonisasi sosial. Bagi Gita, karakter yang ditanamkan sejak dini membentuk sikap individu di kemudian hari akan seperti apa.

“Ketika pendidikan karakter itu baik dan bagus, ditanamkan cinta kasih, toleransi, dan saling menghargai. Pasti di kemudian hari kita akan tumbuh menjadi pribadi yang dapat menghargai satu sama lain, kita nggak mudah terpancing provokasi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....