Jadi Harapan Putus Rantai Kemiskinan, Sekolah Rakyat Jateng Tampung 2.692 Siswa
- 05 Agt 2026 15:52 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah telah menampung 2.692 siswa pada tahun ajaran 2026/2027 dengan fokus pada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menganggap program ini sebagai instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.
- Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
RRI.CO.ID, Semarang - Program Sekolah Rakyat di Jawa Tengah telah menampung 2.692 siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai program tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pendidikan menjadi kunci utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
"Sekolah Rakyat ini jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Karena bagaimana pun juga angka kemiskinan di Jawa Tengah masih relatif tinggi," kata Taj Yasin saat menerima Tim Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK RI di Semarang, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan. Program yang menjadi gagasan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap masyarakat miskin.
Taj Yasin menyebut Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangkitkan kepercayaan diri dan kualitas hidup anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dengan pendidikan yang memadai, mereka diharapkan memiliki kesempatan lebih besar keluar dari lingkaran kemiskinan.
Ia menambahkan, Jawa Tengah sebenarnya telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola sekolah berasrama bagi siswa kurang mampu. Saat ini terdapat tiga sekolah berasrama penuh di Kabupaten Pati, Kabupaten Semarang, dan Purbalingga, serta 15 sekolah semi-boarding yang telah berjalan.
"Dengan adanya Program Sekolah Rakyat kami tentu senang. Karena ini sejalan dengan rintisan yang telah kami lakukan sekitar 10 tahun terakhir," ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menjelaskan sebanyak 2.692 siswa yang mengikuti Sekolah Rakyat terdiri atas 380 siswa SD, 1.038 siswa SMP, dan 1.274 siswa SMA. Seluruh peserta didik tersebut telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada akhir Juli 2026.
Para siswa tersebar di 10 Sekolah Rakyat permanen yang berada di Kabupaten Pati, Banyumas, Wonosobo, Sragen, Jepara, Brebes, Cilacap, Sukoharjo, Rembang, dan Kota Semarang. Selain itu, enam Sekolah Rakyat rintisan juga telah beroperasi di Banjarnegara, Temanggung, Blora, Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kebumen.
Imam mengatakan, kuota siswa SMP dan SMA hampir seluruhnya telah terpenuhi. Sementara itu, penerimaan siswa SD masih menghadapi tantangan karena sebagian orang tua belum siap melepas anak usia dini untuk tinggal di asrama.
Ke depan, pengembangan Sekolah Rakyat akan terus dilakukan seiring kesiapan lahan dan sarana di berbagai daerah. Jika seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah nantinya memiliki Sekolah Rakyat, program tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 35 ribu siswa dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....