Kuota Naik, 30 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jateng Dibedah Tahun Ini

  • 10 Mei 2026 07:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 30 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) di Jawa Tengah akan diperbaiki melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026. Jumlah tersebut melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.532 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan peningkatan target BSPS menjadi bagian dari percepatan program tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat. Peluncuran BSPS Jawa Tengah 2026 dilakukan di Kabupaten Brebes pada Sabtu, 9 Mei 2026.

“Tahun lalu di Jawa Tengah ada 7.532 unit, tahun ini minimal 30.000 unit. Naiknya sekitar 23.000 unit,” kata Maruarar.

Menurutnya, perluasan program ini juga menjadi upaya agar seluruh daerah di Indonesia memperoleh manfaat bantuan perbaikan rumah. Jika pada tahun sebelumnya masih terdapat 222 kabupaten dan kota yang belum mendapat alokasi BSPS, kini seluruh wilayah Indonesia telah terjangkau program tersebut.

Pemerintah berharap percepatan itu mampu membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak. Selain bedah rumah, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang memungkinkan masyarakat memperoleh pembiayaan berbunga rendah.

Maruarar meminta program bedah rumah juga mampu menggerakkan ekonomi lokal di daerah, sehingga material bangunan seperti bata dan genteng diharapkan dibeli dari pelaku usaha setempat agar manfaat ekonomi ikut dirasakan masyarakat sekitar. “Barang-barang yang dibeli, seperti bata dan genteng, usahakan dari Jawa Tengah supaya ekonomi rakyat bergerak,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam percepatan penanganan RTLH. Menurutnya, tambahan kuota BSPS sangat membantu upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah, terutama bagi masyarakat kelompok ekonomi bawah.

“Kami mengucapkan terima kasih, ada Pak Ara yang telah memberikan bantuan terkait bedah rumah. Ini akan sangat membantu Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan,” ujar Luthfi.

Jawa Tengah sendiri, imbuh luthfi juga mengalokasikan 5 ribu unit RTLH dari APBD Provinsi pada 2026. Dukungan tambahan berasal dari CSR perusahaan dan Baznas sebanyak 1.550 unit, sehingga total target penanganan RTLH di Jawa Tengah mencapai 36.550 unit tahun ini.

Salah satu warga penerima manfaat Nunung, mengaku bersyukur rumah bocornya akhirnya bisa direnovasi. “Alhamdulillah senang, rumah saya sudah bocor, sudah rencana renovasi tapi uangnya gak cukup, terima kasih atas bantuan ini,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....