Hari Kanker Paru Sedunia, Dinkes Kota Pekalongan Genjot Skrining Jemput Bola
- 30 Jul 2026 10:32 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Hari Kanker Paru Sedunia, Dinkes Kota Pekalongan Genjot Skrining Jemput Bola, Capaian Baru 15 Ribu
- Meski kanker paru bukan penyakit menular, Dinas Kesehatan memanfaatkan kegiatan skrining jemput bola untuk mendeteksi berbagai gangguan paru secara bersamaan,
RRI.CO.ID, Pekalongan – Menjelang peringatan Hari Kanker Paru Sedunia pada 1 Agustus, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan bersama Puskesmas Noyontaansari mengintensifkan edukasi dan skrining kesehatan melalui layanan jemput bola. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat deteksi dini kanker paru sekaligus penyakit paru menular seperti Tuberkulosis (TBC) dan berbagai faktor risiko kesehatan lainnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr. Dita Ratnasuli mengungkapkan, pemeriksaan kanker paru kini dikolaborasikan dengan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dilaksanakan setiap tahun. Namun demikian, capaian skrining di Kota Pekalongan masih jauh dari target.
Dari sasaran sekitar 62 ribu warga yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga pertengahan 2026 baru sekitar 15 ribu orang yang telah menjalani skrining. "Upaya ini akan terus berlangsung hingga akhir tahun, selain dilakukan di puskesmas, kami juga terus menggencarkan skrining melalui kegiatan jemput bola di tengah masyarakat," ujarnya, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurutnya, pendekatan jemput bola dipilih karena masih banyak warga yang belum memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan. Petugas kesehatan bersama kader turun langsung mendatangi rumah warga maupun lokasi kerja yang masuk kategori kantong risiko.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan menggunakan kuesioner faktor risiko dan, pada lokasi tertentu, didukung alat mobile X-ray untuk memeriksa kondisi paru-paru masyarakat.
Dr. Dita menegaskan, deteksi dini menjadi kunci agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit berkembang ke stadium yang lebih berat. Masyarakat juga diimbau segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan.
Selain pemeriksaan, Dinas Kesehatan terus mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan kanker paru. Di antaranya dengan tidak merokok, berhenti merokok, menghindari paparan asap rokok, menggunakan masker saat berada di lingkungan dengan polusi udara tinggi, serta rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak menunggu muncul gejala berat. Semakin cepat terdeteksi, peluang penanganannya juga semakin baik," katanya.
Sementara itu, warga Kelurahan Noyontaansari, Alif, menilai program pemeriksaan paru secara jemput bola sangat membantu masyarakat. Terutama, bagi mereka yang tidak memiliki waktu atau enggan datang ke puskesmas.
"Menurut saya bagus. Pemeriksaan penyakit paru seperti ini bukan hanya untuk deteksi dini, tetapi juga membantu menemukan kasus lebih awal sehingga penanganannya bisa segera dilakukan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....