Berawal dari Ruang Tamu, Koperasi Merah Putih Sampangan Jadi Penggerak Ekonomi

  • 06 Mei 2026 22:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan berkembang menjadi penggerak ekonomi warga setelah dirintis dari ruang tamu rumah pengurusnya. Kini, koperasi tersebut melayani kebutuhan sembako, LPG, hingga jasa keuangan bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Ketua KKMP Sampangan, Kuncar Asriyanto, mengatakan koperasi mulai dirintis pada Juni 2025 dengan kondisi serba terbatas. Saat itu, operasional koperasi dijalankan dari ruang tamu rumahnya.

“Makin lama koperasi yang fokus menjual sembako semakin berkembang. Kami pun meminta kelurahan, minjam tempat di ruang pelayanan untuk dijadikan koperasi,” katanya usai Workshop Media “Cerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna”yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital(Komdigi) di Semarang, Rabu, 6 Mei 2026.

Seiring berkembangnya usaha, koperasi kemudian menempati gedung permanen seluas 1.000 meter persegi yang dibangun pemerintah pada Januari 2026. Dari tempat baru tersebut, unit usaha koperasi semakin bertambah.

Selain menyediakan kebutuhan sembako dan LPG, KKMP Sampangan juga membuka gerai UMKM. Koperasi turut menghadirkan layanan jasa keuangan seperti BRILink, Agen46, dan Laku Pandai Bank Jateng.

Menurut Kuncar, perkembangan koperasi juga terlihat dari peningkatan pendapatan usaha. Saat masih menempati tempat terbatas, koperasi mencatat penutupan buku sekitar Rp12,5 juta.

“Tahun lalu karena tempat masih terbatas kita tutup buku sekitar Rp12,5 juta. Setelah koperasi kami semakin berkembang, bulan kemarin kita tutup buku mencapai Rp60 juta,” katanya.

Pihak koperasi menargetkan pendapatan hingga akhir 2026 dapat mencapai Rp600 juta. Komoditas sembako seperti beras dan minyak goreng masih menjadi penopang utama usaha koperasi.

Selain itu, koperasi mulai memperluas kemitraan dengan menggandeng pelaku UMKM lokal sebagai pemasok. Langkah ini dinilai membantu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Setelah ada koperasi, saya melihat aktivitas ekonomi jadi lebih bergairah dan terpusat. Banyak anggota maupun pelaku UMKM yang membeli kebutuhan sembako, seperti minyak goreng yang harganya cuma Rp15.500,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menilai koperasi Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, pembangunan ekonomi dapat dimulai dari tingkat desa dan kelurahan.

Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 83.762 koperasi desa dan kelurahan di Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri jumlahnya mencapai 8.523 koperasi dengan berbagai jenis usaha.

“Koperasi desa Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Tentunya pembangunan tidak selalu bermula dari pusat, tapi dari daerah dan diharapkan bisa merata menjangkau seluruh Indonesia,” katanya.

Farida menambahkan, tantangan koperasi ke depan adalah memperkuat digitalisasi UMKM. Langkah tersebut penting untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan efisiensi layanan usaha.

“Dari 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang masuk ekosistem digital. Ini yang perlu kita dorong untuk teman-teman KKMP,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....