Koperasi Merah Putih Gedawang Terus Berkembang di Tengah Keterbatasan Modal

  • 12 Jun 2026 16:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Koperasi Kelurahan(Kopkel) Merah Putih Gedawang terus menunjukkan perkembangan positif meski masih menghadapi keterbatasan modal. Hingga kini, koperasi tersebut telah memiliki 183 anggota dan menjadi salah satu pusat penyedia kebutuhan pokok bagi masyarakat setempat.

Ketua Kopkel Merah Putih Gedawang, Rudi, mengatakan koperasi dibentuk dari keinginan masyarakat untuk memperkuat perekonomian warga. Selain itu, koperasi juga diharapkan dapat menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, sejak awal pengurus sepakat memfokuskan usaha pada penyediaan sembako. Koperasi juga belum membuka layanan simpan pinjam karena mempertimbangkan kebutuhan modal yang besar serta risiko pengelolaannya.

"Cerita singkatnya bahwa dulu memang dari keresahan dari kita yang di LPMK ya, bahwa gimana memperdayakan ekonomi masyarakat. Akhirnya kita sepakat untuk bentuk koperasi dan kebetulan ada program pemerintah yang ada pendirian koperasi merah putih akhirnya kita sambut dan kita dirikan koperasi merah putih," jelasnya kepada RRI, Jumat, 12 Juni 2026.

Rudi menuturkan antusiasme masyarakat terhadap koperasi terus meningkat dari waktu ke waktu. Selain bertambahnya jumlah anggota, koperasi juga menjadi tempat berbelanja bagi warga dan pelaku UMKM yang membutuhkan bahan baku usaha.

Produk-produk UMKM lokal pun turut dipasarkan melalui koperasi sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, di balik perkembangan tersebut, pengurus masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan layanan koperasi.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan modal yang seluruhnya masih bersumber dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Kondisi itu membuat koperasi belum leluasa membeli barang dalam jumlah besar agar memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, pasokan sejumlah komoditas dari distributor pemerintah juga belum selalu tersedia karena tingginya kebutuhan untuk program lain. Untuk menjaga ketersediaan barang, pengurus berupaya memperluas jaringan pemasok dari berbagai pihak.

Tantangan lainnya adalah keterbatasan tempat usaha yang dimiliki koperasi. Banyaknya penawaran dari pemasok belum seluruhnya dapat diakomodasi karena kapasitas penyimpanan dan ruang display yang masih terbatas.

Di sisi lain, pengelolaan koperasi juga mengandalkan semangat para pengurus yang bekerja secara sukarela. Meski demikian, Kopkel Merah Putih Gedawang telah mampu membuka dua lapangan pekerjaan bagi warga sekitar untuk mengelola toko sembako dan usaha minuman di kawasan koperasi.

Ke depan, Kopkel Merah Putih Gedawang menargetkan peningkatan jumlah anggota sekaligus melengkapi kebutuhan barang agar masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan dalam satu tempat. Koperasi juga berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan warung dan pelaku UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas tanpa menggeser usaha kecil yang telah lebih dulu berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....