Pawai Ogoh-ogoh Kota Semarang Digelar 26 April, Tampilkan Harmoni Keberagaman
- 24 Apr 2026 09:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kota Semarang akan kembali merayakan keberagaman melalui Pawai Ogoh-ogoh yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026. Acara yang menjadi rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini akan menampilkan iring-iringan seni dan budaya lintas etnis dari Balai Kota menuju Simpang Lima.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan, pawai tahun ini tampil lebih megah karena adanya partisipasi aktif dari berbagai wilayah di luar Semarang. “Tahun ini ada dukungan nyata dari PHDI Jepara, PHDI Kendal, hingga Kelompok Beleganjur dari Jogjakarta yang pada penyelenggaraan sebelumnya tidak ada," ujarnya, Kamis, 23 April 2026.
Selain keterlibatan kelompok musik tersebut, perbedaan besar tahun ini juga terlihat pada pementasan Sendratari Legenda Rawa Pening. Pementasan ini akan menjadi penutup acara di Simpang Lima.
Pawai tahun ini melibatkan ribuan peserta dengan mengusung semangat sesanti Memayu Hayuning Bhawono untuk menciptakan Semarang yang aman, Memayu Hayuning Sesami untuk Semarang yang toleran, serta Memayu Hayuning Diri sebagai bentuk komitmen toleransi. Hal ini berjalan seiring dengan capaian kota Semarang sebagai peringkat ke tiga Kota Paling Toleran di Indonesia versi SETARA Institute tahun 2026 baru-baru ini.
“Capaian dari SETARA Institute adalah bukti nyata bahwa masyarakat kita sangat terbuka. Warga bisa melihat langsung bagaimana Beleganjur dari berbagai daerah bersanding dengan rebana, angklung, kuda lumping, leak, Barongsai, sampai Warak Ngendog khas Semarang dalam satu rute yang sama sebagai simbol keindahan dalam perbedaan,” katanya.
Pawai akan dimulai pukul 14.00 WIB dengan menempuh rute dari Jalan Pemuda (depan Balai Kota), melintasi _landmark_ Tugu Muda, Jalan Pandanaran, hingga berakhir di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Penetapan rute di jalan-jalan protokol ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk menikmati sajian budaya tersebut secara leluasa.
Agustina mengajak seluruh warga, baik dari kota Semarang maupun luar daerah, untuk menyaksikan langsung perayaan keberagaman ini sebagai pengingat untuk terus merawat harmoni yang sudah menjadi identitas Ibu Kota Jawa Tengah. "Pawai ini adalah milik kita semua, tempat di mana seni budaya dari berbagai latar belakang bisa tumbuh dan diapresiasi oleh siapa saja,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....