Menko Pangan Dorong Intervensi Bioteknologi Perkuat Kedaulatan Pangan Nasional

  • 23 Apr 2026 20:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan mulai memperkuat kedaulatan pangan nasional dengan mendorong pemanfaatan bioteknologi sebagai kunci efisiensi produksi. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kemandirian bangsa di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan global yang semakin kompleks.

Kebijakan ini mengedepankan intervensi sains dan teknologi genom untuk menekan biaya operasional di sektor pertanian dan peternakan. Hal ini dilakukan guna memastikan produk pangan dalam negeri tetap kompetitif, memiliki harga terjangkau bagi masyarakat, dan mampu memangkas waktu produksi secara signifikan.

Menko Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan, pemanfaatan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Penguatan ekosistem riset nasional harus didukung penuh oleh pemerintah agar para inovator lokal dapat terus berkembang tanpa hambatan birokrasi.

“Misalnya kedelai, orang pakai genom produksinya satu kilo cuma tiga ribu rupiah, kita bibit biasa ongkosnya empat belas ribu, jauh kan? Jadi memang pemanfaatan teknologi itu penting, di sinilah lagi dikembangkan,” ujar Zulkifli saat berkunjung di gedung Stem Cell and Cancer Research(SCCR) Semarang, Kamis, 23 April 2026.

Ia juga mengapresiasi fasilitas riset di Semarang yang mampu menghadirkan laboratorium berstandar internasional untuk melahirkan solusi pangan dan kesehatan. Ia menekankan, optimalisasi teknologi menjadi kunci utama agar bangsa ini mandiri dan tidak terus bergantung pada produk riset dari luar negeri

Sementara, Direktur SCCR sekaligus Akademisi, Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si. Med., menilai, integrasi antara riset dan teknologi merupakan jalan keluar bagi permasalahan pangan konvensional yang cenderung memakan waktu lama.

“Bagaimana yang tadinya konvensionalnya pangan ini butuh waktu yang sangat lama, dipotong menjadi dengan teknologi menjadi pendek. Nah, ini pengembangan di kampus kami nanti di Biotechnology Program, Food and Agriculture Technology. Saya kira itu,” ujarnya saat menerima kunjungan kerja Menko Pangan. (eka)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....