Makin Variatif, Inovasi Olahan Jadi Kunci Dongkrak Konsumsi Ikan di Jateng

  • 24 Apr 2026 09:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Inovasi produk olahan ikan menjadi kunci dalam mendongkrak konsumsi sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perikanan di Jawa Tengah. Beragam produk kini dikembangkan guna menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan makanan praktis dan bergizi.

Kepala Bidang Usaha dan Pengembangan Komoditas DKP Jawa Tengah, Aris Setyono, mengatakan, inovasi produk olahan ikan menjadi strategi penting dalam mendongkrak konsumsi sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perikanan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah juga terus mendorong diversifikasi produk agar ikan semakin diminati berbagai kalangan.

Ia mengatakan, pengembangan produk olahan menjadi bagian dari hilirisasi perikanan. “Mulai dari hulu sampai hilir itu sudah kami dorong secara komplit,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 22 April 2026.

Beragam produk olahan terus diperkenalkan ke masyarakat, mulai dari bakso ikan, nugget ikan, bandeng presto, rolade ikan, hingga abon ikan. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan makanan praktis namun tetap bergizi.

Tak hanya daging, bagian lain dari ikan juga dimanfaatkan secara optimal. Aris menyebut, duri ikan kini dapat diolah menjadi produk makanan ringan bernilai gizi tinggi.

“Duri ikan bisa diolah menjadi produk seperti keripik yang disebut ladrik. Ini sudah dikembangkan oleh UMKM di Purbalingga,” ungkapnya.

Inovasi tersebut dinilai penting untuk menarik minat generasi muda yang selama ini cenderung kurang menyukai ikan segar. Dengan tampilan dan cita rasa yang lebih variatif, produk olahan ikan diharapkan mampu bersaing dengan makanan ringan populer lainnya.

Menurut Aris, inovasi tidak hanya pada jenis produk, tetapi juga pada teknologi pengolahan. Salah satu yang dikembangkan adalah teknologi retort melalui Rumah Retort Bersama (R2B). “Produk perikanan bisa diawetkan menggunakan retort dan disimpan pada suhu kamar hingga satu tahun, tanpa listrik dan tanpa freezer,” katanya.

Pengembangan produk olahan juga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat. Ribuan pelaku UMKM di Jawa Tengah terlibat dalam pengolahan hasil perikanan, sehingga menciptakan lapangan kerja sekaligus memperluas pasar produk lokal.

Aris menegaskan, hilirisasi melalui inovasi olahan ikan akan terus diperkuat ke depan. “Kami berharap produk olahan ini tidak hanya meningkatkan konsumsi ikan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....