Pelatihan Urban Farming di Semarang Dorong Warga Mandiri Pangan dari Rumah

  • 10 Apr 2026 18:06 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • pelatihan urban farming warga semarang
  • dinas pertanian kota semarang fasilitasi pelatihan urban farming

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Pertanian Kota Semarang menggelar pelatihan urban farming budidaya sayur di Urban Farming Corner, Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya menanam sayuran di lingkungan rumah secara mudah, praktis, dan produktif guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dasar hingga praktik sederhana menanam berbagai jenis sayuran yang bisa dibudidayakan di lahan terbatas. Di antaranya pokcoy, cabai, kangkung, hingga tomat dan terong.

Pemateri urban farming, Rini Dwi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Terutama di tengah kondisi harga bahan pokok yang cenderung meningkat.

“Harapannya, peserta bisa menerapkan di rumah sehingga kebutuhan sayur tidak selalu harus membeli. Ketika panen, hasilnya bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga memberikan contoh langsung tanaman yang sudah berhasil dibudidayakan, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami prosesnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Kota Semarang dari bidang penyuluhan, Kohar, mengatakan pelatihan urban farming rutin digelar sebagai bagian dari program pembinaan kepada masyarakat. “Dalam kondisi normal, pelatihan kami laksanakan dua kali dalam sebulan," katanya.

Namun, menurutnya, bulan ini intensitas ditambah menjadi tiga kali dalam seminggu. "Tujuannya agar masyarakat semakin paham dan mampu mempraktikkan budidaya tanaman di rumah,” jelasnya.

Ia menjelaskan, materi yang diberikan mencakup tahapan dasar pertanian. Mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen, dengan metode yang mudah diterapkan oleh masyarakat perkotaan.

Peserta pelatihan, Dianvita, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru tentang cara menanam yang benar. "Ini sangat membantu, apalagi di situasi ekonomi sekarang,” ungkapnya.

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya belajar di awal. Akan tetapi, juga mendapatkan pendampingan hingga masa panen.

Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, baik warga umum, kelompok tani, hingga instansi lain. Selain dilakukan secara langsung, kegiatan juga terbuka secara daring sehingga menjangkau lebih banyak masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....