Perkuat Daya Saing IKM, Dinas Perindustrian Gelar Temu Bisnis

  • 04 Agt 2026 21:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Perindustrian Kota Semarang menggelar kegiatan temu bisnis di Hotel Gumaya, Selasa 4 Agustus 2026. Kegiatan ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing sekitar 1.600 Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tersebar di 24 sentra industri di Kota Semarang.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Arwita Mawarti mengatakan, temu bisnis ini juga menjadi wadah mempertemukan IKM dengan pelaku usaha yang berpotensi menjadi mitra pemasaran maupun distribusi produk. "Hari ini ada 10 pelaku bisnis yang siap menandatangani kerja sama dengan 21 IKM, total ada lebih dari 40 produk yang dikerjasamakan," ucapnya.

Ia mengungkapkan, jika kerja sama tersebut menjadi bagian dari percepatan program Waras Ekonomi. Pemkot Semarang akan terus memperluas cakupan temu bisnis dengan melibatkan berbagai sektor industri lainnya.

"Ke depan kita tidak akan berhenti di sini, tetapi akan melakukan lagi beberapa temu bisnis dengan berbagai IKM lainnya, mungkin seperti IKM logam, batik, dan sebagainya. Ini baru awal karena menjadi quick win pertama dari Waras Ekonomi," katanya.

Ia memastikan kegiatan serupa akan terus digelar dengan melibatkan sentra industri lainnya. "Ke depan kita tidak akan berhenti di sini. Akan ada temu bisnis berikutnya dengan IKM logam, batik, dan sektor lainnya," sambungnya.

Kota Semarang, kata dia, memiliki sekitar 1.600 IKM yang tersebar di 24 sentra industri, mulai dari sentra bandeng, lumpia, batik, logam, kerajinan hingga jajanan tradisional. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah pelaku usaha yang mengurus legalitas dan sertifikasi produk, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Tak hanya itu, pihaknya juga tengah mengembangkan sistem digital Smart Indigo untuk mempercepat pengelolaan sentra industri. "Harapan kami kerja sama ini tidak berhenti di hotel saja. Ke depan hotel-hotel besar di Semarang bisa menggunakan produk IKM sebagai sajian bagi para tamunya," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi penyelenggaraan temu bisnis tersebut karena dinilai mampu membangkitkan optimisme para pelaku UMKM.

"Ini memberi mimpi kepada para UMKM yang hari ini sedang berjuang bahwa Pemkot Semarang memfasilitasi mereka. Kita akan menuju tahun 2027 dengan tema pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pariwisata," ucapnya.

Menurut dia, Pemkot Semarang akan terus menggelar temu bisnis secara berkelanjutan sebagai upaya memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM. Program tersebut akan diawali dengan coaching clinic, sesi pitching dan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha sehingga pelaku UMKM lebih siap mengembangkan pasar, termasuk menembus pasar ekspor.

Ia berharap UMKM yang mendapatkan pendampingan benar-benar memiliki komitmen untuk berkembang. "Harapannya cuma satu, UMKM yang akan kita dorong itu memiliki keseriusan. Kalau ada persoalan di luar UMKM, kita juga ingin bergotong royong mencari solusinya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....