Anggota DPD Abdul Kholik Usulkan Jasela Jadi Kawasan Khusus Penyangga Pangan

  • 07 Agt 2026 06:14 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Anggota DPD RI Abdul Kholik mendorong penetapan kawasan Jasela sebagai Kawasan Khusus Penyangga Pangan Nasional dalam rapat koordinasi di Gedung DPD RI Provinsi Jawa Tengah pada 6 Agustus 2026.
  • Jasela memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat produksi pangan nasional dengan dukungan kebijakan pemerintah pusat yang terintegrasi.
  • Pengembangan kawasan Jasela memerlukan koordinasi dan kebijakan terpadu antara pemerintah pusat dengan pembangunan daerah untuk memaksimalkan potensi ketahanan pangan.

RRI.CO.ID, Semarang – Anggota DPD RI Abdul Kholik mendorong pemerintah menetapkan kawasan Jawa Tengah bagian selatan (Jasela) sebagai Kawasan Khusus Penyangga Pangan Nasional. Gagasan itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar bersama para pakar dan pemangku kepentingan di Gedung DPD RI Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 6 Agustus 2026.

Abdul Kholik mengatakan, Jasela memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat produksi pangan nasional. Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut perlu didukung melalui kebijakan pemerintah pusat yang terintegrasi dengan pembangunan daerah.

"Jawa Tengah Bagian Selatan (Jasela) memiliki potensi luar biasa menjadi lumbung pangan nasional. Kami dorong penetapan resmi Kawasan Khusus Penyangga Pangan, lengkap dengan pembenahan irigasi, jalan usaha tani, kemudahan akses pasar, dan perlindungan lahan pertanian agar tidak tergerus alih fungsi," ujarnya.

Ia menilai usulan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Selain memiliki potensi sumber daya alam yang besar, Jasela juga dinilai memiliki landasan historis, sosiologis, dan faktual yang kuat sebagai kawasan penyangga pangan.

"Jasela memiliki landasan historis, sosiologis, dan faktual yang kuat menjadi lumbung pangan nasional. Perhatian pemerintah pusat sangat diharapkan agar potensi ini memberi dampak maksimal bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani," kata Abdul Kholik.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Syarif Abdillah menilai pengembangan Jasela harus didukung penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan swasembada pangan.

"Swasembada pangan bukan sekadar soal jumlah produksi, melainkan sistem pertanian yang berkelanjutan, merata, dan menyejahterakan petani Jawa Tengah. Termasuk, kawasan Jasela," ujarnya.

Menurut Syarif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga perlu terus memperkuat produksi pangan daerah, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan demikian, posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional semakin kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....