Produk Budaya Jateng Menjadi Kekuatan Diplomasi Indonesia di Kancah Global

  • 07 Apr 2026 09:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang -Produk budaya yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah dinilai menjadi kekuatan penting dalam memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global. Melalui pemanfaatan sektor budaya, pariwisata, dan kerja sama internasional, daerah ini berperan sebagai pilar diplomasi soft power.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo, menegaskan Jawa Tengah memiliki potensi lengkap untuk mendukung upaya tersebut. Kekayaan yang dimiliki provinsi ini dianggap modal besar bagi citra bangsa.

“Jawa Tengah memiliki segalanya, mulai dari produk unggulan hingga kekayaan budaya dan pariwisata,” ujarnya saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 6 April 2026.

Ia menilai langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang aktif mempromosikan potensi daerah sebagai strategi pemasaran sudah tepat. Inisiatif pemimpin daerah dianggap kunci pembuka gerbang internasional.

“Apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah sangat luar biasa, dan kami dari Kementerian Luar Negeri akan mengakselerasi itu,” tandasnya.

Menurut Heru, Jawa Tengah juga telah memiliki jaringan kerja sama internasional melalui skema sister province dan sister city. Jaringan tersebut menjadi fondasi kuat untuk memperluas promosi dan kerja sama lintas negara ke depan.

“Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Gubernur Jawa Tengah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri akan semakin mudah dalam promosi maupun capacity building,” jelasnya. Hal ini diyakini akan memperkuat posisi produk budaya sebagai instrumen diplomasi soft power.

Ia menambahkan, diplomasi soft power berfokus pada nilai-nilai budaya yang mampu memperkuat citra politik luar negeri Indonesia. Pendekatan ini menempatkan budaya sebagai wajah utama Indonesia di mata dunia, bukan kekuatan militer.

“Kami ingin dunia mengenal Indonesia dari budaya yang adiluhung, harmonis, dan damai, bukan dari konflik,” ungkapnya.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara lain. Heru menegaskan, peran Jawa Tengah sangat strategis dalam mendukung agenda tersebut.

“Kementerian Luar Negeri sangat terbantu dengan langkah Gubernur Jawa Tengah dalam memperkuat diplomasi soft power ini,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut arahan Kementerian Luar Negeri sebagai peluang besar bagi daerahnya. Ia menyebut Jawa Tengah tengah diproyeksikan sebagai pusat investasi yang terintegrasi dengan sektor budaya dan pariwisata.

“Ini menarik sekali jika Kementerian Luar Negeri dapat menjembatani agar investasi di tempat kami berkembang, baik dari sisi budaya, perdagangan, maupun pariwisata,” ujarnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah di tingkat global.

Pemprov Jawa Tengah pun berkomitmen meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri. Kementerian akan berperan sebagai penghubung bagi perwakilan Jawa Tengah di berbagai negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....