Pasar Murah Digelar, Upaya Tekan Harga Pangan saat Ramadan
- 27 Feb 2026 10:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melakukan intervensi pasar guna menekan lonjakan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Langkah ini dilakukan melalui gelaran pasar pangan murah oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat yang mulai tertekan.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Batang, Abu Hurairah, mengungkapkan komoditas yang dijual dipangkas harganya karena memotong rantai distribusi. Pihaknya menggandeng Bulog untuk stok beras serta petani lokal untuk pasokan sayuran.
“Pasar murah ini kami gelar untuk menghadapi kenaikan harga pangan di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Beras, gula, dan minyak goreng kami ambil langsung dari Bulog, sementara komoditas lainnya dari petani, sehingga harganya relatif lebih murah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras dijual seharga Rp57.500, telur ayam Rp26.500 per kilogram, sementara harga telur di pasar telah mencapai sekitar Rp30.000 per kilogram. Selain itu, cabai dan bawang juga dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Cabai rawit di pasar bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, bahkan sempat di atas Rp100.000. Di pasar murah ini harganya bisa ditekan,” jelasnya.
Menurutnya, pasar murah ini tidak berbentuk bantuan tunai, melainkan paket sembako. Paket senilai Rp120.000 dijual kepada masyarakat seharga Rp95.000. Kegiatan serupa direncanakan akan kembali digelar di lokasi yang sama dan beberapa titik lain menjelang Lebaran.
“Harapannya, harga pangan bisa lebih terkendali sehingga masyarakat menengah ke bawah tetap bisa mengakses kebutuhan pokok, dan pendapatan rumah tangga tidak habis hanya untuk membeli pangan,” tambahnya.
Kehadiran pasar murah ini menjadi tumpuan warga di tengah naiknya harga di pasar umum. Winda, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang ditawarkan.
“Saya beli telur satu kilo Rp26.500, kalau di pasar bisa Rp30.000. Lumayan lebih hemat, apalagi buat persiapan buka puasa,” katanya.
Selain telur, sejumlah komoditas lain seperti cabai juga dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Melalui pelaksanaan pasar murah ini, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran, serta mampu meringankan beban pengeluaran masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....