Jateng Siapkan Pengelolaan Sampah Sisa MBG untuk Budidaya Maggot

  • 24 Feb 2026 12:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan skema pengelolaan sampah sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis budidaya maggot. Langkah ini ditempuh untuk menekan timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah organik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Tengah, Widi Hartanto, mengatakan koordinasi telah dilakukan bersama Badan Gizi Nasional dan dinas lingkungan hidup kabupaten/kota. Fokusnya, memastikan dapur MBG mampu mengolah sampah langsung dari sumbernya. "Kita sudah siapkan pelatihan (pengelolaan sampah) untuk dapur dapur MBG," ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.

Menurutnya, sisa makanan anak-anak yang tidak habis dikonsumsi dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Sementara, limbah sayur dan bahan organik mentah dari dapur MBG bisa diolah menjadi kompos melalui komposter atau biopori.

Ia menegaskan, saat ini pengelolaan sampah tidak bisa lagi bergantung pada pola angkut-buang ke tempat pembuangan akhir karena volume sampah akan terus meningkat. Oleh karena itu, sejumlah daerah kini mulai menerapkan pengolahan organik di dapur SPPGnya masing-masing.

"Kami belum data ya (berapa banyak dapur SPPG menyumbang sampah) karena jumlahnya terus naik jumlah dapurnya. Tapi ini menyumbang terhadap timbulan sampah, tetapi ini bisa dikontrol dapur SPPG agar bisa mengelolanya," ujarnya.

Kebijakan ini merespons keluhan pengelola bank sampah yang belakangan ini mulai terbebani limbah makanan sisa MBG dari sekolah yang masih berbungkus plastik. Pemilahan yang memakan waktu membuat proses pengolahan menjadi tidak efisien.

Pakar Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang , Sri Sumiati mengungkap sampah organik yang seharusnya bisa langsung dikomposkan harus dipisahkan satu per satu dari bungkus plastik. Proses membuka kemasan plastik itu memakan waktu dan tenaga, apalagi volumenya bisa mencapai ratusan kilogram per hari.

"Artinya ini, sampah MBG perlu dikelola ya. Program ini memang ya bagus tapi harus dipikirkan endingnya itu dipikirkan, ending dari kegiatan ini pengelolaan sampah," tuturnya.

Ia merekomendasikan agar pemerintah melibatkan pihak ketiga seperti konsultan lingkungan dalam tata kelola sampah MBG. Skema ini dinilai penting agar ada sistem pengolahan sebelum limbah masuk ke bank sampah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....