Polres Demak Perbaiki Akses Vital Jembatan Desa Banjarejo
- 24 Feb 2026 06:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Demak: Akses penghubung antar-desa di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, mulai diperbaiki guna mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil tani. Hal ini ditandai dengan digelarnya selamatan pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Banjarejo, oleh Polres Demak bersama warga, Senin 23 Februari 2026.
Jembatan sepanjang 25 meter yang membentang di atas Sungai Setu, Dukuh Gabus, ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan Desa Banjarejo dengan Desa Wonorejo. Selain menjadi jalur utama aktivitas harian, jembatan ini krusial bagi perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Kapolres Demak, AKBP Samel, menjelaskan langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pusat dalam mempercepat pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok desa. Menurutnya, kelancaran akses jalan berkaitan erat dengan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
“Pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan. Ketika akses aman dan lancar, aktivitas ekonomi tumbuh dan situasi kamtibmas lebih kondusif,” ujar AKBP Samel dalam rilisnya.
Kondisi jembatan lama sebelumnya dikeluhkan warga karena sempit dan mengalami kerusakan pada pagar pengaman. Kerusakan tersebut sering memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari atau saat hujan. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas. Polri harus hadir di setiap persoalan yang berdampak pada keselamatan warga,” lanjutnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Desa Banjarejo, Ali Nusiswanto, mengungkapkan bahwa pembangunan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Ia menyebut jembatan tersebut jalur alternatif yang paling sering digunakan warga untuk memangkas waktu tempuh.
“Jembatan ini sangat vital karena menjadi penghubung utama antar desa dan akses alternatif warga. Setiap hari warga menggunakan jalur ini untuk mengangkut hasil bumi, sehingga pembangunannya akan sangat berdampak pada kecepatan mobilitas kami,” ujarnya
Ia menambahkan, kondisi jembatan lama yang sempit dan pagar pengamannya rusak membuat warga kerap waswas saat melintas. “Kami bersyukur pembangunan akhirnya bisa dimulai. Pemerintah desa bersama masyarakat siap mendukung dan mengawal prosesnya agar berjalan lancar serta segera dapat dimanfaatkan dengan aman,” kata Ali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....