Bus dan Pengemudi Lolos Pemeriksaan, Mudik Gratis Jateng Diberangkatkan Besok
- 15 Mar 2026 08:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 siap diberangkatkan besok, pada 16 Maret 2026. Seluruh armada bus beserta pengemudi dan kru dipastikan telah lolos pemeriksaan ketat untuk menjamin perjalanan pemudik berlangsung aman dan nyaman.
Sebanyak 325 unit bus yang disiapkan untuk mengangkut belasan ribu perantau telah menjalani serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, kelayakan kendaraan, hingga kondisi kesehatan awak bus.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan kesiapan armada telah dipastikan jauh hari sebelum hari pemberangkatan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi prima.
“Pengemudi, kru bus, sampai armada telah siap dipakai untuk Mudik Gratis nanti,” kata Risturino, Sabtu 14 Maret 2026.
Menurutnya, Dinas Perhubungan Jawa Tengah menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan otobus. Ketentuan tersebut merupakan arahan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Ia menjelaskan setiap bus yang dioperasikan wajib memiliki izin operasi angkutan pariwisata dari Kementerian Perhubungan. Selain itu, kartu pengawasan, STNK, serta pajak kendaraan juga harus masih berlaku.
Kendaraan yang digunakan juga diwajibkan telah melunasi iuran asuransi dari PT Jasa Raharja. Persyaratan tersebut menjadi bagian penting untuk menjamin perlindungan bagi para penumpang selama perjalanan.
Dari sisi teknis, seluruh armada wajib lulus uji kendaraan bermotor atau KIR serta ramp check. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kendaraan aman digunakan selama masa angkutan Lebaran.
Bus yang telah lolos pemeriksaan akan diberi stiker khusus dari instansi berwenang. Tanda tersebut menunjukkan bahwa kendaraan telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Risturino menambahkan, armada yang digunakan minimal keluaran tahun 2016 dengan kondisi mesin dan karoseri yang baik. Fasilitas pendukung seperti pendingin udara juga dipastikan berfungsi dengan optimal.
Selain kenyamanan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Setiap bus diwajibkan dilengkapi perlengkapan darurat seperti kotak P3K, alat pemadam kebakaran ringan, palu pemecah kaca, dan pintu darurat.
Kesiapan juga mencakup kondisi pengemudi dan kru bus yang bertugas. Mereka diwajibkan memiliki surat izin mengemudi sesuai ketentuan serta pengalaman mengemudi minimal dua tahun.
Selain itu, pengemudi juga harus memahami rute perjalanan yang akan dilalui selama program mudik berlangsung. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko selama perjalanan menuju daerah tujuan.
“Kondisi kesehatan juga diperiksa. Bahkan pada hari pemberangkatan pukul 06.00 akan dilakukan tes urine kepada pengemudi dan kru bus,” ujarnya. Tes tersebut dilakukan untuk memastikan awak bus tidak terpengaruh narkoba maupun alkohol.
Risturino menjelaskan program Mudik Gratis merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada para perantau. Program ini terutama ditujukan bagi warga yang bekerja di sektor informal di wilayah Jabodetabek.
“Program ini membantu warga Jawa Tengah yang merantau agar bisa pulang kampung dengan transportasi yang pasti, gratis, aman, dan nyaman,” katanya.
Dalam program Mudik Gratis 2026, Pemprov Jawa Tengah menyediakan dua moda transportasi darat, yaitu bus dan kereta api. Kedua moda tersebut disiapkan untuk melayani ribuan pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.
Sebanyak 325 unit bus dengan kapasitas 16.186 penumpang akan diberangkatkan dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Masjid At-Tin di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Armada tersebut akan menuju 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Selain itu, sebanyak 23 unit bus dengan kapasitas 1.133 penumpang juga akan diberangkatkan dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Rombongan pemudik dari Bandung tersebut juga akan menuju berbagai daerah tujuan di Jawa Tengah.
Untuk moda kereta api, disiapkan tiga rangkaian perjalanan dari Stasiun Pasar Senen. Layanan tersebut menggunakan KA Jaka Tingkir dan KA Tawang Jaya dengan total kapasitas 1.288 kursi serta satu rangkaian tambahan.
Risturino berharap program ini dapat membantu meringankan beban biaya perjalanan para perantau saat mudik Lebaran. Dengan fasilitas transportasi gratis, para peserta dapat membawa pulang penghasilan mereka secara utuh ke kampung halaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....