Kelompok Rentan Ikut Balik Rantau Gratis, Peserta Hampir Seratus Orang

  • 28 Mar 2026 13:14 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Program Balik Rantau Gratis 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut melibatkan hampir seratus peserta dari kelompok rentan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan akses transportasi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dari jumlah 98 anggota kelompok rentan tersebut, ada yang berangkat dari titik Asrama Haji Donohudan, tercatat 74 orang. Mereka terdiri atas difabel, lansia, dan pendamping ikut program balik gratis, dengan tujuan Jakarta dan Bandung.

Sementara itu, di Terminal Bulupitu Banyumas terdapat 11 orang, di Terminal Mangkang Semarang 4 orang. Ada pula 9 orang lainnya menggunakan moda kereta api.

Sejumlah peserta dari kelompok rentan itu tampak mengikuti pemberangkatan di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu, 28 Maret 2026. Mereka difasilitasi bersama ribuan pemudik lain yang kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi peserta dengan kebutuhan medis tertentu. Seorang penumpang berkebutuhan khusus dengan kondisi hidrosefalus difasilitasi menggunakan ambulans dari Karanganyar menuju titik keberangkatan, serta dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan di daerah tujuan.

Salah satu orang tua peserta, Sudiman, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Ia menyampaikan apresiasi karena fasilitas yang diberikan membuat perjalanan anaknya menjadi lebih nyaman.

"Terima kasih Pak Gubernur dan Paguyuban Jawa Tengah (PJT) yang memberi bantuan bus sehingga saya bisa mudik dan balik rantau. Mudah-mudahan bisa difasilitasi terus apalagi buat anak tidurnya nyaman,” ucapnya.

Ucapan serupa juga disampaikan pasangan suami istri Lendra dan Ambar yang mengikuti program bersama dua anak mereka. Mereka mengaku program ini mampu mengurangi beban biaya perjalanan sehingga dana dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.

"Dari Solo mau ke Jakarta. Ini kali kedua kami ikut program ini. Kami sangat terbantu, karena bisa menghemat pengeluaran, sehingga bisa dialihkan keperluan yang lain,” tuturnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, program mudik dan balik rantau gratis merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama pekerja sektor informal. Menurutnya, layanan ini diberikan tidak hanya saat arus mudik, tetapi juga saat arus balik.

Ia menjelaskan, program tersebut bukan sekadar penyediaan transportasi, melainkan juga upaya menjaga tradisi mudik agar tetap berlangsung tanpa memberatkan biaya. Dengan adanya bantuan ini, para perantau dapat memanfaatkan penghasilan mereka untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan pekerja informal seperti pedagang, buruh, pengemudi ojek, hingga pekerja bangunan. Bagi mereka, biaya perjalanan pulang-pergi menjadi pengeluaran besar yang cukup membebani kondisi ekonomi.

"Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka,” ujar Luthfi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....