Tanggul Jebol, Jalur Mudik Grobogan-Semarang Putus Dikebut Sepekan
- 17 Feb 2026 16:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Jalur utama Grobogan–Semarang yang menjadi lintasan arus mudik Lebaran terputus akibat banjir imbas jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memerintahkan percepatan pemasangan jembatan armco agar akses segera pulih.
Instruksi itu disampaikanya saat ia meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Selasa 17 Februari 2026. Ia menegaskan jalur tersebut vital untuk mobilitas warga dan distribusi logistik menjelang puncak mudik.
"Yang penting jalan ini bisa dipakai dulu karena ini jalur utama mudik," ucap Luthfi. Ia meminta pekerjaan diprioritaskan agar jalur dapat difungsikan sementara sebelum arus kendaraan meningkat.
Dijelaskannya, penanganan dampak banjir bandang ini dibagi dua tahap, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk tahap awal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Jateng berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai menutup tanggul jebol dalam 3 hari sekaligus membangun jembatan penghubung hingga satu pekan berikutnya.
Luthfi juga menghubungi langsung Menteri PUPR guna mengusulkan normalisasi Sungai Tuntang. "Akibat sedimen yang sangat tinggi maka ini minimal harus di normalisasi seperti sungai wulan," ujarnya.
Luthfi menyebutkan urgensi penanganan cepat karena dampak jebolnya tanggul mengakibatkan Kabupaten Grobogan dan Demak terdampak. Sungai Tuntang ini, menurut catatannya, juga telah berulang kali mengalami kejadian serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Dinas PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro menyebut jembatan armco telah digeser dari Pati menuju lokasi. Ia optimistis pemasangan rampung dalam satu minggu sehingga jalur mudik bisa difungsikan kembali.
"Targetnya, satu minggu. Kami yakin bisa menyelesaikan jembatan armco," katanya.
Sebagai informasi, tanggul jebol terjadi Senin 16 Februari 2026 sore akibat hujan deras dan kiriman air dari hulu. Sebanyak 42 desa di 10 kecamatan Grobogan terdampak, dengan sekitar 9.000 kepala keluarga dan ratusan hektare sawah terendam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....